BSINews, Jakarta-Prestasi mahasiswa UBSI kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Muhammad Aksa Senna, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), berhasil meraih dua medali emas dalam dua ajang kompetisi ilmiah nasional yang digelar di Yogyakarta sepanjang 2026. Pencapaian ini semakin memperkuat eksistensi UBSI dalam mencetak mahasiswa berprestasi dan berdaya saing tinggi.
Keberhasilan pertama diraih Aksa pada ajang National Science Competition yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional pada Maret 2026. Dalam kompetisi tersebut, Aksa mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan tampil unggul berkat kemampuan analisis serta komunikasi ilmiah yang matang.
Tak berhenti di situ, Aksa kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih medali emas dalam Olimpiade Sains & Kesehatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar oleh Prestasi Maju Indonesia (PRESMANESIA) pada Mei 2026. Kemenangan beruntun di dua kompetisi nasional ini menjadi bukti nyata kualitas akademik mahasiswa UBSI dalam penguasaan teori sekaligus kemampuan problem solving.
Sebagai Universitas Bina Sarana Informatika atau yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang inovatif dan adaptif guna mendukung mahasiswa mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI, Intan Leliana, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Aksa menjadi representasi nyata dari kualitas mahasiswa UBSI di tingkat nasional.
“Keberhasilan Aksa Senna menjadi bukti nyata bahwa UBSI tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. Kami berkomitmen penuh untuk terus menyediakan ekosistem akademik yang dinamis, adaptif, serta inklusif agar setiap potensi emas mahasiswa dapat berkembang secara optimal,” ujar Intan Senin, (30/6).
Sementara itu, Muhammad Aksa Senna mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Ia menyebut proses persiapan menuju dua kompetisi tersebut membutuhkan fokus tinggi, riset mendalam, serta dukungan penuh dari para dosen.
“Meraih dua medali emas ini merupakan kehormatan besar bagi saya pribadi dan almamater. Proses riset dan penyusunan materi komunikasi ilmiah di ajang NSC maupun OSPENAS memerlukan fokus tinggi serta kemampuan analisis data yang matang. Dukungan penuh serta bimbingan dari dosen Ilmu Komunikasi UBSI menjadi faktor utama yang membuat saya mampu tampil percaya diri di Yogyakarta,” ungkap Aksa.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama UBSI di tingkat nasional maupun internasional.