Terpilih Jadi Google Student Ambassador (GSA) 2026, Tiara Sari Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Gencarkan Literasi AI

0 10

BSINews, Pontianak – Kesempatan terbaik tidak selalu diukur dari seberapa tinggi pencapaian yang diraih, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dibagikan kepada orang lain. Nilai inilah yang menjadi pegangan Tiara Sari, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, setelah terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) Indonesia 2026.

Bagi Tiara, menjadi bagian dari Google Student Ambassador bukan sekadar sebuah prestasi pribadi. Amanah tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih terbuka, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, sehingga mahasiswa memiliki akses yang lebih luas dalam memahami pemanfaatan ekosistem Google AI di dunia akademik maupun industri.

“Menjadi Google Student Ambassador bukan hanya tentang sebuah pencapaian. Saya ingin kesempatan ini menjadi awal untuk berbagi, mengajak teman-teman belajar bersama, dan menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang membantu kita berkembang ketika digunakan secara bijak,” ujar Tiara dalam keterangan pers, Rabu (1/7).

Perjalanan Tiara Sari Menjadi Google Student Ambassador di UBSI

Sebagai mahasiswa Informatika, Tiara memahami bahwa proses belajar di bidang teknologi tidak pernah berhenti. Perkembangan bahasa pemrograman, dokumentasi teknis yang terus diperbarui, hingga munculnya berbagai teknologi baru menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi.

Di tengah dinamika tersebut, Tiara mulai memanfaatkan berbagai layanan dalam ekosistem Google AI, seperti Gemini AI dan NotebookLM, sebagai pendamping proses belajar. Gemini AI digunakannya untuk mengeksplorasi konsep pemrograman, memahami logika algoritma, dan berdiskusi mengenai berbagai pendekatan penyelesaian masalah. Sementara itu, NotebookLM membantunya mengolah jurnal ilmiah, dokumentasi teknis, dan referensi pembelajaran menjadi materi yang lebih mudah dipahami.

Pengalaman tersebut membuat Tiara menyadari bahwa kecerdasan artifisial bukanlah pengganti kemampuan berpikir. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat pendukung yang membantu mahasiswa belajar lebih efektif selama tetap digunakan secara bertanggung jawab.

Apa yang awalnya menjadi solusi dalam proses belajar kemudian berkembang menjadi semangat untuk berbagi. Sejak terpilih sebagai Google Student Ambassador Indonesia 2026, Tiara telah menyelenggarakan tujuh kegiatan edukasi yang terdiri atas workshop, seminar, dan sesi berbagi mengenai pemanfaatan Google AI bagi mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, ia mengajak peserta memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses belajar sekaligus meningkatkan literasi AI di lingkungan kampus.
Dalam setiap kegiatan, ia tidak hanya memperkenalkan berbagai teknologi Google AI, tetapi juga mengajak mahasiswa memahami cara memanfaatkannya untuk mendukung proses belajar, riset, penyusunan proyek, hingga pengembangan perangkat lunak.

Menurut Tiara, perkembangan AI seharusnya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menjadi alasan untuk mengurangi proses berpikir kritis.

“Teknologi dapat membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi kemampuan memahami konsep, menganalisis masalah, dan menemukan solusi tetap harus dibangun oleh diri sendiri. AI adalah teman belajar, bukan pengganti proses belajar,” katanya.

Literasi AI Jadi Misi Tiara Sari sebagai Google Student Ambassador UBSI

Semangat berbagi yang dibangun Tiara mulai memberikan dampak di lingkungan kampus. Mahasiswa yang mengikuti berbagai sesi edukasi semakin terbuka dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses pembelajaran. Mereka mulai menggunakan Google AI untuk membantu memahami materi yang kompleks, mengelola referensi akademik, menyusun dokumentasi proyek, hingga mengeksplorasi ide-ide baru dalam pengembangan perangkat lunak.

Lebih dari sekadar mengenalkan teknologi, Tiara ingin membangun budaya belajar yang kolaboratif. Baginya, lingkungan akademik akan berkembang ketika mahasiswa saling berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan bertumbuh bersama menghadapi perubahan teknologi yang terus berlangsung.

Inisiatif yang dijalankan Tiara mendapat dukungan dari UBSI kampus Pontianak. Kampus memandang keterlibatan mahasiswa dalam program berskala nasional maupun global sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Kepala Kampus UBSI kampus Pontianak, Ir. Eri Bayu Pratama, mengatakan pencapaian Tiara menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk bersaing dan mengambil peran dalam perkembangan teknologi digital.

“Kami mengapresiasi pencapaian Tiara sebagai Google Student Ambassador Indonesia 2026. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI kampus Pontianak mampu menunjukkan kompetensi dan berkontribusi dalam ekosistem teknologi di tingkat nasional. Yang lebih membanggakan, pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dibagikan kembali melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa lainnya. Kampus akan terus mendukung lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penggerak kolaborasi, inovasi, dan transformasi digital di tengah masyarakat,” ujar Eri.

UBSI Dukung Tiara Sari Sebagai Google Student Ambassador Penggerak Literasi AI

Bagi Tiara, masa tugas sebagai Google Student Ambassador bukanlah tujuan akhir. Ia ingin semangat belajar dan berbagi yang telah tumbuh dapat terus berlanjut melalui komunitas yang menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk berdiskusi, saling bertukar pengalaman, mengeksplorasi teknologi Google AI, serta mengembangkan berbagai proyek digital yang memberikan manfaat nyata.

Melalui komunitas tersebut, ia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba hal baru, memperluas wawasan, dan membangun solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan di era digital.

Perjalanan Tiara Sari menunjukkan bahwa sebuah kesempatan akan memiliki arti yang lebih besar ketika diiringi dengan keinginan untuk memberi manfaat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ia memilih tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penggerak yang mengajak mahasiswa lain untuk belajar, berkolaborasi, dan tumbuh bersama. Dari ruang kuliah di Pontianak, semangat itu terus berkembang menjadi gerakan yang menginspirasi lahirnya talenta-talenta digital yang siap menghadapi masa depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.