Berkarier di PT KCI, Alumni Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Ini Buktikan Skill Komunikasi Sangat Dibutuhkan

0 6

BSINews, Jakarta – Suara yang terdengar dari pengeras suara stasiun sering kali dianggap biasa oleh para penumpang kereta. Namun di balik informasi yang membantu ribuan orang setiap harinya, ada sosok yang bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan setiap pengumuman tersampaikan dengan jelas dan tepat.

Salah satunya adalah Abraham Jevrin Sibuea, alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang yang kini berkarier sebagai Petugas Announcer Stasiun KRL di PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Perjalanan Abraham menuju profesinya saat ini tidak datang begitu saja. Ketertarikannya pada dunia komunikasi sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah. Berbagai aktivitas yang melibatkan interaksi dengan banyak orang membuatnya merasa nyaman berada di lingkungan yang dinamis dan komunikatif.

“Saya sejak sekolah memang senang bersosialisasi dan mengikuti kegiatan yang banyak berhubungan dengan orang lain. Sebelum memilih jurusan, saya mencari tahu tentang Ilmu Komunikasi, khususnya Public Relations. Dari situ saya merasa jurusan ini cocok dengan diri saya,” kata Abraham, saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (21/7).

Baca juga: UBSI Alumni Padel Day 2026 Jadi Ajang Reuni Seru Sekaligus Perluas Jaringan Profesional

Pilihan tersebut membawanya menjadi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Kaliabang. Namun, perjalanan kuliahnya berlangsung di masa yang tidak biasa. Sebagian besar masa perkuliahan harus dijalani secara daring akibat pandemi Covid-19.

Selama lima semester, Abraham dan teman-temannya mengikuti perkuliahan dari rumah masing-masing. Meski tidak bisa menikmati suasana kampus secara penuh, ia tetap menjalani proses belajar dengan semangat.

“Yang paling berkesan adalah ketika akhirnya bisa merasakan kuliah secara langsung di semester akhir. Selama lima semester kami lebih banyak belajar dari rumah, tetapi saya tetap bersyukur karena masih mendapatkan banyak pengalaman dan tetap bisa bertemu teman-teman,” kenangnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Abraham berusaha memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Ia bahkan menjalankan usaha coffee shop kecil sambil menyelesaikan pendidikan. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan manajemen waktu.

“Saya bersyukur bisa menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar sarjana sambil menjalankan usaha. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” katanya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Abraham juga harus menghadapi tantangan yang umum dialami banyak orang, yakni rasa gugup saat berbicara di depan umum. Presentasi, simulasi konferensi pers, hingga berbagai tugas kuliah yang berkaitan dengan komunikasi menjadi bagian dari kesehariannya.

Menurutnya, rasa gugup tidak pernah benar-benar bisa hilang. Namun pengalaman menghadapi sidang magang dan sidang skripsi membuatnya semakin percaya diri dalam menyampaikan pesan kepada orang lain.

Dari bangku kuliah pula, Abraham memperoleh berbagai keterampilan yang masih digunakan hingga sekarang. Kemampuan strategic copywriting, crisis management, problem solving, stakeholder management, hingga networking menjadi bekal yang sangat membantu saat memasuki dunia kerja.

Tidak lama setelah wisuda pada November 2024, sekitar dua bulan setelah lulus, ia diterima bekerja di PT Kereta Commuter Indonesia dan mulai bertugas pada Januari 2025.

Kini, kesehariannya dihabiskan untuk memberikan informasi kepada pelanggan KRL dan memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional perusahaan. Meski terlihat sederhana, pekerjaan tersebut menuntut ketelitian, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Tanggung jawab saya adalah mengikuti SOP perusahaan dalam pelayanan dan memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan dengan baik dan benar,” jelas Abraham.

Baginya, memasuki dunia kerja bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan, tetapi juga kesiapan mental. Ia menyadari bahwa lingkungan profesional menuntut kedisiplinan, kejujuran, pengelolaan waktu, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakter manusia.

Pengalaman magang yang pernah dijalaninya di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, saat kuliah, menjadi salah satu bekal penting sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Dari sana, ia belajar bagaimana melayani masyarakat sekaligus memahami dinamika pekerjaan di sektor pelayanan publik.

Meski baru memulai perjalanan kariernya, Abraham sudah memiliki pencapaian yang membuatnya bangga. Selain dapat membantu perekonomian keluarga, ia merasa bahagia ketika mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna transportasi publik.

Baginya, pekerjaan bukan sekadar rutinitas harian, tetapi kesempatan untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Abraham menilai mahasiswa saat ini harus memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Menurutnya, kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek dunia kerja.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif, untuk tidak hanya fokus mengejar nilai akademik saja, tapi juga aktif mengembangkan keterampilan dan pengalaman di luar kelas.

“IPK memang penting untuk membuka peluang. Namun skill, komunikasi, mentalitas, dan kemampuan belajar hal baru akan sangat menentukan ketika masuk dunia kerja,” ujarnya.

Baca juga: UBSI Ajak Alumni Reuni Lewat Padel Day 2026! Dulu Satu Kampus, Sekarang Satu Court

Jika memiliki kesempatan mengulang masa kuliah, Abraham mengaku ingin lebih aktif mengikuti organisasi, program beasiswa, serta berbagai kegiatan pengembangan diri yang tersedia di kampus.

Sementara untuk masa depan, ia memiliki target sederhana namun penuh makna, yakni terus berkembang di PT KAI.

Di akhir perbincangan, Abraham meninggalkan pesan yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri. Pesan yang sederhana, tetapi relevan bagi siapa pun yang sedang berjuang dalam meraih masa depan.

“Kesempatan tidak akan datang dua kali. Gunakan waktu dengan sebaik mungkin, asah kemampuan diri, jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha, serta jangan pernah menyerah. Semua proses yang dijalani hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.