Kisah Leo, Alumni UBSI yang Meniti Karier dari Barista ke Team Leader di Bank
BSINews, Jakarta – Kesuksesan karier tidak selalu dimulai dari langkah besar. Bagi Leonardus Satrio Eko Permadi, alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang, Bekasi, perjalanan itu justru dimulai dari keberaniannya mengambil setiap peluang yang datang dan terus mengasah kemampuan komunikasi yang dimiliki.
Pria yang akrab disapa Leo ini lulus kuliah di UBSI pada 2024. Sejak awal, pilihannya masuk Prodi Ilmu Komunikasi didasari ketertarikannya pada dunia publikasi dan karakter dirinya yang aktif berbicara serta senang berinteraksi dengan banyak orang.
“Dulu pilih (Program Studi) Ilkom karena memang suka banget sama dunia publikasi, sama memang talkative sih aku orangnya,” ujar Leo saat diwawancarai, Selasa (21/7).
Selama kuliah, Leo mengaku bukan termasuk mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus. Ia lebih sering fokus menjalani rutinitas kuliahnya. Meski begitu, di luar lingkungan kampus ia aktif terlibat dalam organisasi gereja sebagai bagian humas dan dokumentasi.
Pengalaman selama kuliah yang paling berkesan baginya bukan hanya soal materi perkuliahan, tapi juga lingkungan yang mendukung proses belajar. Menurutnya, teman-teman yang suportif, dosen yang terbuka, serta sistem pembelajaran hybrid di UBSI, menjadi kombinasi yang membuat masa kuliahnya terasa nyaman.
“Teman-temannya asik semua, suportif banget. Dosen-dosennya juga seru-seru, terlebih metode belajar hybrid yang bikin kuliah nyaman karena bisa atur waktu juga buat kegiatan lain,” katanya.
Selain itu, Leo merasa banyak keterampilan penting yang diperoleh di kampus dan kini sangat berguna dalam dunia kerja. Kemampuan public speaking, teknik negosiasi, hingga copywriting menjadi bekal yang terus ia gunakan hingga sekarang.
Ia juga bercerita, tantangan selama kuliah pun tetap ada. Mata kuliah yang berbasis teori menjadi salah satu hal yang cukup menantang baginya. Untuk mengatasinya, ia berusaha lebih rajin membaca dan memperdalam materi yang dipelajari.
Menariknya, perjalanan profesional Leo sudah dimulai bahkan sebelum ia menyelesaikan pendidikan. Selama kurang lebih dua tahun, ia bekerja sebagai barista sambil menjalani perkuliahan. Dari pekerjaan tersebut, ia belajar mempresentasikan produk dan melakukan pendekatan kepada pelanggan.
Setelah lulus pada pertengahan Desember 2024, Leo hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memasuki dunia kerja profesional. Pada 1 Februari 2025, ia mulai bekerja sebagai sales kredit di sektor perbankan.
Pekerjaan itu membawanya berkeliling menawarkan produk kredit kepada masyarakat. Meski berstatus karyawan kontrak melalui perusahaan outsourcing, Leo menganggap pengalaman tersebut sebagai salah satu sekolah terbaik dalam membangun kemampuan komunikasi dan pemasaran.
“Di situ aku makin terbiasa terlatih untuk public speaking, negosiasi, dan marketing. Pengalamannya benar-benar dapet,” ungkapnya.
Sambil bekerja, Leo terus mencari peluang yang lebih baik. Ia mengikuti berbagai proses rekrutmen di empat bank BUMN, beberapa perusahaan pembiayaan, hingga Indomaret Group. Hasilnya, ia berhasil lolos seleksi di Bank BTN melalui program General Banking Staff dan diterima sebagai Management Trainee di Indomaret Group.
Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, ia memutuskan memilih Bank BTN sebagai tempat untuk mengembangkan kariernya. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan profesionalnya.
Baca juga: Meniti Karier di Sektor Publik, Alumni UBSI Kampus Tegal Kini Jadi ASN di BPKAD Tegal
Kini, Leo dipercaya menjabat sebagai Field Collector Team Leader di Bank BTN. Ia memimpin tim penagihan lapangan yang menangani kredit pemilikan rumah (KPR), sekaligus bertanggung jawab menjaga hubungan baik antara bank dan nasabah, mengoordinasikan aktivitas tim, serta menangani berbagai komplain terkait penagihan.
Perjalanan kariernya terbilang berkembang cukup cepat. Dari seorang sales lapangan, kini ia telah memimpin tim dan bahkan direkomendasikan untuk proses pengangkatan sebagai karyawan tetap pada akhir 2026.
Menurut Leo, pencapaian terbesar yang dirasakan bukan semata jabatan atau posisi. Ia justru melihat perubahan terbesar pada kepercayaan diri yang tumbuh seiring pengalaman kerja.
“Aku akhirnya bisa lebih percaya diri. Skill komunikasi dan negosiasi itu yang bantu aku saat jadi sales bisa capai target, dan sampai sekarang juga masih kepakai banget,” tuturnya.
Di tengah kesibukan berkarier, Leo tetap mengingat peran pendidikan dalam membentuk dirinya. Salah satu pengalaman kuliah yang paling membekas adalah proyek penyelenggaraan sebuah acara yang sukses dilaksanakan bersama tim. Dari kegiatan itu, ia belajar tentang negosiasi, manajemen kegiatan, serta pentingnya kerja sama tim.
“Proyek kuliah bikin event waktu itu bantu aku banget. Di situ belajar negosiasi ke tenant, kerja sama tim, sampai manajemennya juga dapet banget,” katanya.
Bagi Leo, motivasi terbesar dalam hidup adalah membanggakan keluarga dan dirinya sendiri. Ia percaya bahwa setiap pencapaian harus dimulai dari kemauan untuk berkembang dan terus belajar.
Oleh sebab itu, ia berpesan kepada mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan di UBSI, untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di kampus perlu diimplementasikan dalam kehidupan nyata agar memberikan manfaat yang lebih besar.
Baca juga: Alumni UBSI Kampus Cikarang Ini Raih Kesempatan Berkarier di Malaysia
“Terus semangat belajarnya, gali ilmu sebanyak-banyaknya, cari potensi diri sendiri, ilmu yang didapat coba diimplementasikan juga. Jangan pernah kalah sama keadaan, berjuang terus, aku yakin teman-teman pasti juga bisa,” pesannya.
Ke depan, Leo memiliki target untuk terus mengembangkan karier, memiliki hunian sendiri, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia juga berharap suatu hari dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada lebih banyak orang, sebagaimana pengalaman yang telah membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.