Alumni UBSI Kampus Cikarang Ini Raih Kesempatan Berkarier di Malaysia
BSINews, Bekasi – Gagal dua kali bukan berarti berhenti. Bagi Devita Anjeliany Dewi, kegagalan justru menjadi alasan untuk bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik.
Hasilnya, alumni Prodi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikarang angkatan 2024 ini, berhasil diterima mengikuti On Job Training (OJT) sebagai waiter di The Light Hotel Penang, Malaysia, pada Selasa (16/6) lalu.
Baca juga: Meniti Karier di Sektor Publik, Alumni UBSI Kampus Tegal Kini Jadi ASN di BPKAD Tegal
Kesempatan itu diraihnya melalui Netjes Hotel Program, program pelatihan dan penempatan kerja di industri perhotelan yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun.
Berawal dari Usulan, Berakhir di Malaysia
Devita tidak pernah menyangka perjalanannya akan sampai sejauh ini. Saat kuliah, ia mengaku belum punya bayangan untuk bekerja di luar negeri. Namun keinginannya untuk terus mencoba hal baru membawanya pada kesempatan yang tidak ia duga sebelumnya.
Ia mengenal Netjes Hotel Program dari teman ibunya. Setelah mencari informasi lebih lanjut, Devita yakin program ini cocok untuknya, bukan hanya untuk menambah skill, tapi juga membuka pintu ke dunia profesional internasional.
“Kalau dari awal kuliah sih belum ada kepikiran sampai bisa bekerja di luar negeri. Tapi aku selalu ingin mencoba hal-hal baru dan ingin dapat pengalaman yang lebih luas. Jadi saat ada kesempatan ini, aku merasa sayang banget kalau dilewatkan,” katanya, saat diwawancarai lewat pesan WhatsApp, Selasa (23/6).
Dua Kali Gagal, Tetap Berdiri
Proses seleksi yang ia lalui jauh dari kata mudah. Mulai dari seleksi berkas, seleksi agensi, hingga wawancara dalam bahasa Inggris langsung dengan pihak hotel. Devita bahkan sempat gagal dua kali sebelumnya sebelum akhirnya dinyatakan lolos. Namun ia memilih untuk tidak menyerah.
“Tantangan terbesar buat aku adalah rasa nervous saat interview. Sebelum akhirnya keterima di Malaysia, aku sempat gagal dua kali. Waktu itu tentu sempat kecewa, tapi aku mencoba untuk tidak menyerah. Aku terus belajar dari kesalahan sebelumnya,” ceritanya.
Pada kesempatan ketiganya, kabar baik itu akhirnya datang. Perasaan yang ia rasakan saat itu tidak mudah digambarkan dengan kata-kata. “Rasanya campur aduk antara bahagia, bangga, dan bersyukur. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, akhirnya aku mendapatkan kesempatan yang selama ini aku harapkan,” ungkapnya.
Di balik pencapaian Devita, ada orang tua yang tak pernah berhenti mendukung meski jarak akan memisahkan mereka. Rasa khawatir memang ada, tapi dukungan lebih besar dari itu.
“Orang tua aku senang dan bangga. Walaupun pasti ada rasa khawatir karena jauh dari mereka, tetapi mereka tetap mendukung dan memberikan semangat supaya aku bisa menjalani kesempatan ini dengan baik,” tutur Alumni UBSI Kampus Cikarang tersebut.
Bekal dari Bangku Kuliah
Devita tidak menampik bahwa masa kuliah di UBSI kampus Cikarang yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif, punya andil besar dalam perjalanannya. Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, hingga rasa percaya diri ia bangun dari sana. Pengalaman berorganisasi di kampus pun turut membentuk caranya bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain.
Baca juga: Kabar Baik! Alumni D3 UBSI Kampus Pontianak Kini Bisa Lanjut S1 Transfer Tanpa Harus Keluar Kota
“Selama kuliah aku tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga banyak pengalaman yang membuat aku lebih siap menghadapi dunia kerja dan lebih berani mengambil peluang baru,” ujarnya.
Pesan untuk Adik Tingkat
Kini Alumni UBSI, Devita menatap ke depan dengan optimis. Ia berharap OJT ini menjadi langkah pertama menuju karier internasional yang lebih panjang. Sebelum berangkat, ia menitipkan pesan untuk adik-adik tingkat di UBSI yang masih ragu untuk bermimpi.
“Jangan takut mencoba dan jangan langsung menyerah jika kalian gagal. Masa depan akan cerah jika kita berusaha dan terus belajar dari setiap kegagalan. Jangan minder untuk bermimpi besar, karena kita tidak pernah tahu kesempatan baik akan datang dari mana. Yang penting tetap semangat, terus berkembang, dan berani keluar dari zona nyaman untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya menutup interview.