Dosen UBSI Edukasi Komunitas Line Dance tentang Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental
BSINews, Tangerang – Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus BSD menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengangkat tema Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Kesehatan Mental bagi anggota Komunitas A Studio Line Dance di kawasan Citra Grand Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat (17/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bijak untuk menjaga kesehatan mental.
Dosen UBSI Edukasi Komunitas Line Dance tentang Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental
Kegiatan dipimpin oleh Evvy Silalahi bersama tim dosen yang terdiri atas Deby Puspitaningrum, Eni Saeni, Dani Chandra Utama, serta didukung oleh dua mahasiswa UBSI. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai dampak positif maupun negatif media sosial terhadap kondisi psikologis, sekaligus strategi untuk memanfaatkannya secara sehat dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Evvy menjelaskan bahwa media sosial telah mengubah cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi informasi. Menurutnya, algoritma pada platform digital dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin dengan menampilkan konten yang mampu memicu respons emosional tinggi.
“Hasil penelitian menunjukkan algoritma media sosial cenderung memprioritaskan konten yang memunculkan keterlibatan tinggi. Akibatnya, pengguna lebih sering terpapar informasi yang memicu kecemasan, kemarahan, konflik, hingga tekanan sosial,” ujar Evvy dalam keterangan rilis di Tangerang, Sabtu (18/7).
Selain itu, Evvy menegaskan bahwa kesehatan mental, sebagaimana didefinisikan oleh World Health Organization (WHO), merupakan kondisi ketika seseorang mampu menyadari potensi dirinya, mengatasi tekanan kehidupan sehari-hari, bekerja secara produktif, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pada sesi diskusi, salah seorang peserta menanyakan langkah yang dapat dilakukan orang tua ketika anak mulai mengalami kecanduan media sosial. Menanggapi hal tersebut, Evvy menyarankan agar orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengajak mereka lebih banyak melakukan aktivitas fisik, menikmati kegiatan di alam terbuka, serta mengembangkan hobi yang positif.
“Apabila pendekatan tersebut belum memberikan perubahan, orang tua dapat mengajak anak berkonsultasi dengan psikolog agar memperoleh penanganan yang lebih tepat. Media sosial tetap memberikan manfaat jika digunakan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, namun pengguna harus bijak memilih konten serta mengatur waktu penggunaannya,” jelasnya.
Instruktur A Studio Line Dance, Ajeng, mengapresiasi kegiatan literasi digital yang diselenggarakan oleh dosen UBSI. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang tidak dapat dipisahkan dari penggunaan media sosial.
“Kami berharap seluruh peserta semakin bijak menggunakan media sosial, mampu mengevaluasi informasi yang diterima, mengelola emosi dengan baik, serta memahami dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. “Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan media sosial secara lebih sehat, cerdas, dan bertanggung jawab demi menjaga kesehatan mental di era digital,” tutup Evvy. (Alisa)