BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cengkareng kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja melalui pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Analis Program yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI pada Selasa sampai dengan Rabu, tanggal 21-22 juli 2026, di Tempat Uji Kompetensi (TUK) UBSI Kampus Cengkareng.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Informatika sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Baca juga: LSP BSI Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi Analis Program bagi Mahasiswa UBSI Kampus Cengkareng
Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengakuan kompetensi yang diakui oleh dunia industri.
Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Analis Program dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menganalisis kebutuhan sistem, merancang solusi perangkat lunak, menyusun dokumentasi teknis, hingga mengimplementasikan logika pemrograman sesuai dengan standar profesi yang berlaku.
Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman asesmen kompetensi secara profesional, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Di tengah pesatnya transformasi digital, kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang teknologi informasi terus meningkat sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kompetensi yang terverifikasi melalui sertifikasi profesi.
Pelaksanaan sertifikasi ini menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan memiliki sertifikat kompetensi dari LSP BSI, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan serta meningkatkan kepercayaan diri saat mengikuti proses rekrutmen kerja.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya UBSI dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kompetensi profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selama pelaksanaan uji kompetensi, peserta mengikuti serangkaian asesmen yang dilakukan oleh asesor kompetensi LSP BSI.
Proses penilaian meliputi observasi praktik, wawancara, serta demonstrasi kemampuan sesuai unit kompetensi pada Skema Analis Program.
Seluruh tahapan asesmen berlangsung secara objektif dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Para asesor memastikan setiap peserta dinilai berdasarkan bukti kompetensi yang ditunjukkan selama proses asesmen berlangsung.
Hardiyan, salah satu Asesor Kompetensi LSP BSI, menjelaskan bahwa sertifikasi profesi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di era digital.
“Bagi saya Sertifikasi kompetensi bukan sekadar syarat administratif, tetapi merupakan bukti bahwa mahasiswa benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar industri. Melalui asesmen ini, mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana kompetensi yang telah mereka kuasai sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Hardiyan.
Ia berharap sertifikasi kompetensi dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam membangun karier profesional di bidang teknologi informasi serta meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap kemampuan yang dimiliki para lulusan.
Melalui pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Analis Program, Universitas Bina Sarana Informatika terus memperkuat perannya sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang tersertifikasi dan siap menjawab kebutuhan industri di era transformasi digital.