LPPM UBSI Gelar Klinik Research Idea to Proposal, Dorong Periset Muda Kembangkan Gagasan Penelitian

0 4

BSINews, Jakarta – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Research Idea to Proposal: Klinik Pengembangan Ide dan Proposal Penelitian di Smart Class Room UBSI Kramat 98 pada Rabu (16/9). Kegiatan ini menjadi ruang bagi periset muda untuk mengembangkan gagasan penelitian agar lebih terarah dan siap dituangkan ke dalam proposal.

Kegiatan diikuti anggota periset muda UBSI melalui rangkaian klinik, diskusi, pendampingan, dan presentasi ide penelitian. Peserta tidak hanya diajak menemukan gagasan, tetapi juga belajar mengembangkan ide tersebut menjadi rancangan penelitian yang sistematis.

Baca juga: Dorong Riset Berdampak, LPPM UBSI Evaluasi Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian 2026

Ketua LPPM UBSI, Haryani mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya LPPM meningkatkan kapasitas sekaligus produktivitas periset muda di lingkungan UBSI.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong periset muda tidak berhenti pada sebuah ide, tetapi mampu mengembangkannya menjadi rancangan penelitian yang sistematis dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi proposal hibah maupun penelitian kolaboratif antara Dosen dan Mahasiswa,” ujar Haryani dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (24/9).

Dari Ide, Research Gap, hingga Metode Penelitian

Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ir. Taufik Baidawi dan narasumber eksternal Luiz Rizki Ramelan sebagai pengisi materi dan diskusi.

Dalam pemaparannya, Taufik menekankan bahwa sebuah ide penelitian perlu dikembangkan melalui tahapan yang jelas. Peneliti tidak cukup hanya memiliki topik yang menarik, tetapi perlu memahami persoalan yang hendak dikaji dan posisi penelitian tersebut terhadap kajian yang sudah ada.

“Ide penelitian perlu dibangun dari permasalahan yang jelas, research gap, kebaruan, pertanyaan penelitian, serta metode yang tepat. Proses tersebut akan membantu peneliti menghasilkan proposal yang lebih terarah,” ujar Taufik dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (24/9).

Pendekatan tersebut menjadi penting karena proses penyusunan proposal penelitian pada dasarnya bukan sekadar menuangkan ide ke dalam dokumen. Peneliti perlu mampu menjelaskan mengapa sebuah persoalan penting dikaji, apa yang belum terjawab dari penelitian sebelumnya, kebaruan apa yang ditawarkan, serta bagaimana penelitian akan dilakukan.

Bekal untuk Penyusunan Skripsi Mahasiswa

Pengembangan ide penelitian secara sistematis juga memiliki keterkaitan dengan proses penyusunan skripsi mahasiswa. Konsep yang dibahas dalam kegiatan ini dapat membantu mahasiswa memahami tahapan ketika mulai merancang penelitian untuk tugas akhir.

Mulai dari menentukan permasalahan penelitian, menemukan research gap, merumuskan research question, menentukan metode, hingga menyusun kerangka penelitian menjadi bagian penting yang perlu dipahami sebelum penelitian dilakukan.

Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memulai skripsi dari sekadar mencari judul, tetapi terlebih dahulu memahami persoalan yang ingin diteliti dan alasan akademik di balik pemilihan topik tersebut.

LPPM UBSI Perluas Ruang Kolaborasi Riset

Selain pengembangan kapasitas penelitian, rangkaian kegiatan juga mencakup agenda MoU kolaborasi riset, magang mahasiswa, dan penelitian UBSI dengan Xinergy Prodi RPL. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kolaborasi penelitian sekaligus membuka peluang keterhubungan antara aktivitas riset, mahasiswa, dan kebutuhan pengembangan kompetensi.

Baca juga: LPPM UBSI Gelar Monev Internal Hibah Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Kualitas Penelitian dan Pengabdian

Melalui Research Idea to Proposal, LPPM UBSI mendorong terbentuknya budaya riset yang semakin kolaboratif dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar menghasilkan proposal, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebiasaan bahwa penelitian yang baik berawal dari kemampuan membaca persoalan, menemukan celah penelitian, dan mengolahnya menjadi gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.