Mahasiswa UBSI kampus Karawang Raih Juara 1 Aplikasi Terbaik Lewat Solusi Digital Atasi Sampah Liar

0 1

BSINews, Karawang – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Aplikasi Terbaik pada ajang IT Bootcamp Software Development for Industry bertema Futurecode: AI-Driven Software Engineering. Penghargaan tersebut diumumkan pada sesi penutupan kegiatan yang berlangsung di Asyana Hotel Sentul, Bogor, Kamis (2/7) lalu.

Prestasi tersebut diraih berkat inovasi berupa aplikasi berbasis web untuk pelaporan lokasi pembuangan sampah liar yang dilengkapi fitur geotagging. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melaporkan titik penumpukan sampah secara real-time sehingga pemerintah maupun petugas kebersihan dapat memantau lokasi secara akurat, menentukan prioritas penanganan, dan mempercepat tindak lanjut di lapangan.

Baca juga: Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Asah Kompetensi melalui Uji Sertifikasi Database Administrator LSP BSI

Mahasiswa UBSI Raih Juara 1

Tim peraih penghargaan terdiri atas sembilan mahasiswa dari UBSI kampus Karawang dan UBSI kampus Cikampek, yakni Nikko Suardi, Varsha Sylvia Rani, Muhammad Adam, Sarinah, Sherli Mai Muslimin, Sri Ayu Khairunnisa, Lailatun Nafisah, Maura Try Alhabsy, dan Adinda Disti Aulia.

Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi bagian dari konsep pembelajaran dalam bootcamp yang mendorong mahasiswa UBSI bekerja secara tim untuk menghasilkan solusi berbasis kebutuhan industri.

IT Bootcamp Software Development for Industry diselenggarakan selama dua hari, pada 1–2 Juli 2026, dengan melibatkan mahasiswa Prodi Sistem Informasi dari UBSI kampus Karawang, UBSI kampus Sukabumi, dan UBSI kampus Bogor. Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan dari dosen serta praktisi industri mengenai pengembangan perangkat lunak, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), hingga penyelesaian studi kasus yang diwujudkan dalam proyek kelompok.

Pada sesi presentasi, setiap tim diminta menawarkan solusi digital terhadap persoalan nyata. Tim UBSI kampus Karawang memilih isu pengelolaan sampah karena masih banyak ditemukan titik pembuangan liar yang sulit dipantau secara cepat oleh instansi terkait. Melalui fitur geotagging yang disematkan pada aplikasi, setiap laporan masyarakat dapat langsung dipetakan sehingga memudahkan proses monitoring dan penanganan.
Pengembangan aplikasi dilakukan dalam waktu sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan bootcamp. Selama proses tersebut, tim membagi peran mulai dari penyusunan konsep, pengembangan sistem, perancangan antarmuka pengguna, hingga penyusunan dokumen proyek yang menjadi bagian dari penilaian.

Meski berhasil meraih penghargaan tertinggi, proses pengembangan tidak lepas dari tantangan. Koordinasi antaranggota tim menjadi salah satu kendala karena tidak seluruh anggota dapat berpartisipasi secara penuh selama proses pengerjaan. Selain itu, waktu pengembangan yang relatif singkat menuntut setiap anggota menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai target agar aplikasi siap dipresentasikan.

Melalui komunikasi yang intensif dan pembagian tugas yang efektif, seluruh tantangan tersebut berhasil diatasi. Hasilnya, aplikasi yang dikembangkan memperoleh penilaian positif dari dewan juri karena dinilai menawarkan solusi yang relevan terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Selain kualitas aplikasi, dewan juri juga melakukan evaluasi terhadap dokumen proyek yang disusun setiap kelompok. Berdasarkan hasil penilaian, aplikasi berbasis web maupun versi mobile yang dikembangkan tim UBSI kampus Karawang dinyatakan telah memenuhi kebutuhan teknis tanpa memerlukan revisi. Masukan yang diberikan lebih difokuskan pada penyempurnaan aspek penyajian dan dokumentasi laporan proyek.

Baca juga: Asah Skill Database, Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Kampus Solo Ikuti Uji Profisiensi Berbasis Industri

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan industri mampu mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang aplikatif sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman mengikuti bootcamp juga memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan teknis, kerja sama tim, komunikasi, serta penyelesaian masalah yang menjadi kompetensi utama di dunia kerja saat ini.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjawab tantangan industri di era transformasi digital. Informasi mengenai Prodi Sistem Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.