Alumni Sukses UBSI Affan Wahyudin Bagikan Kisah Perjuangan di SEMOT 2026

0 3

BSINews, Jakarta — Seminar Motivasi (SEMOT) UBSI 2026 yang diselenggarakan di BSI Convention Center, UBSI Kampus Kaliabang, Jalan Kali Abang Tengah No. 8, Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17122, menghadirkan alumni sukses yang berbagi pengalaman perjalanan kuliah dan karier.

Salah satunya Affan Wahyudin, alumni UBSI Kampus Pemuda lulusan 2025 dari Program Studi Ilmu Komunikasi, yang kini aktif berkarier sebagai content creator TikTok.

Baca juga:Alumni Sukses UBSI Pimpin Ekonomi Kreatif Sukabumi, Risye Rahmawati Ungkap Peran Kuliah dalam Membentuk Pola Pikir Analitis 

Dalam kegiatan tersebut, Affan membagikan kisah perjuangannya membangun karier sambil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia menceritakan perjalanan sejak tertarik pada dunia broadcasting sebelum kuliah, aktif mencari pekerjaan, hingga menjalani pekerjaan paruh waktu dan merintis karier sebagai kreator konten.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pesan motivasi yang ia sampaikan kepada mahasiswa baru (maba), khususnya mereka yang harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.

Kisah Affan memberikan gambaran bahwa perjalanan kuliah dan karier tidak selalu berjalan dalam kondisi yang mudah. Sebagai mahasiswa kelas malam, ia harus mengatur waktu, mempertahankan semangat belajar, dan mencari peluang untuk mengembangkan diri.

Perjalanan tersebut turut membentuk pengalamannya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dan menekuni dunia konten digital.

Ketertarikan Affan terhadap dunia broadcasting sudah muncul sebelum dirinya masuk ke bangku perkuliahan.

Minat tersebut menjadi salah satu hal yang mendorongnya untuk mengenal lebih jauh dunia komunikasi dan industri kreatif.

Sebelum memulai kuliah di UBSI, Affan juga aktif mencari peluang pekerjaan melalui berbagai job fair.

Ia berusaha mendapatkan pengalaman kerja sekaligus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia profesional.

Salah satu pengalaman kerjanya adalah menjadi pekerja paruh waktu di bioskop Cinepolis.

Pengalaman tersebut menjadi bagian awal perjalanan Affan dalam menggabungkan aktivitas kerja dengan rencana pendidikan dan pengembangan kariernya.

Ketika akhirnya menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI Kampus Pemuda, Affan tetap berusaha menjalani perkuliahan sambil bekerja.

Ia memilih kelas malam agar dapat membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan kegiatan akademik.

Dalam draf wawancara, Affan menceritakan bahwa keinginannya untuk terus belajar dan membangun masa depan menjadi alasan untuk tetap bertahan menjalani dua tanggung jawab tersebut.

“Sebelum masuk kuliah, saya memang sudah tertarik banget sama dunia broadcasting. Saya juga aktif mencari kerja lewat job fair karena ingin punya pengalaman dan mulai membangun karier. Saya pernah kerja part-time di Cinepolis, lalu ketika kuliah saya tetap berusaha bekerja sambil menjalani perkuliahan kelas malam. Buat saya, kuliah dan bekerja memang tidak mudah dijalani bersamaan, tetapi saya punya tujuan yang ingin dicapai, jadi saya berusaha untuk tetap jalan,” ujar Affan Wahyudin, alumni UBSI Kampus Pemuda lulusan 2025 Program Studi Ilmu Komunikasi.

Selain menjalani pekerjaan, Affan juga berhasil mendapatkan beasiswa BSI Talent dengan pembiayaan 100 persen selama masa pendidikan sesuai ketentuan beasiswa yang diterimanya.

Kesempatan tersebut menjadi salah satu dukungan penting dalam perjalanan akademiknya.

Beasiswa itu membantu Affan untuk terus melanjutkan pendidikan di tengah tanggung jawab pekerjaan yang dijalaninya.

Baca juga: Alumni Sukses Ramaikan Kegiatan PKKMB 2025 UBSI Kampus Purwokerto

Ia berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut dengan tetap menjaga komitmen terhadap perkuliahan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan pada 2025.

Bagi Affan, pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun masa depan.

Karena itu, ia berusaha menjalani kuliah dengan sungguh-sungguh meskipun harus membagi waktu dengan pekerjaan.

Perjalanan tersebut juga menjadi bukti bahwa pengalaman kerja dan pendidikan dapat dijalani secara beriringan.

Keduanya memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Setelah menjalani pekerjaan paruh waktu di bioskop, Affan juga pernah bekerja di pabrik dalam waktu yang cukup lama.

Di tengah kesibukannya sebagai pekerja, ia mulai mencoba membuat video dan mengenal dunia pembuatan konten digital.

Pada masa itu, Affan belum terlalu serius mengembangkan konten karena masih memprioritaskan pekerjaannya.

Meski demikian, pengalaman awal tersebut menjadi langkah yang memperkenalkannya pada dunia kreatif digital.

Ia terus menjalani pekerjaan sambil sesekali membuat konten.

Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan pabrik, Affan mulai lebih fokus membangun karier sebagai content creator.

Dalam draf kutipannya, Affan menjelaskan bahwa perjalanan menjadi kreator tidak berlangsung secara instan.

Ia harus melewati proses panjang sebelum dapat menjadikan aktivitas tersebut sebagai kesibukan utama.

“Saya mulai bikin video itu justru waktu masih kerja di pabrik. Waktu itu saya belum terlalu serius karena fokus utama saya masih bekerja. Tapi, dari situ saya mulai belajar bikin konten dan mencoba memahami apa yang ingin saya kembangkan. Setelah akhirnya resign, saya mulai lebih fokus membangun karier sebagai content creator. Saya juga tetap berusaha menyelesaikan kuliah sampai lulus pada 2025. Semuanya saya jalani pelan-pelan, sambil terus belajar dan memperbaiki diri,” tuturnya.

Kini, Affan aktif sebagai content creator TikTok.

Perjalanan dari pekerja paruh waktu, pekerja pabrik, hingga menekuni dunia konten digital menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dibagikan kepada mahasiswa baru.

Pengalaman Affan sebagai mahasiswa kelas malam yang bekerja turut menjadi pesan utama bagi mahasiswa baru yang memiliki kondisi serupa.

Menurutnya, menjalani pekerjaan dan kuliah secara bersamaan memang membutuhkan usaha lebih, tetapi bukan berarti seseorang harus mengubur cita-citanya.

Ia mendorong mahasiswa agar tetap memiliki tujuan yang jelas selama menjalani perkuliahan.

Selain itu, mahasiswa juga perlu menjaga konsistensi, memanfaatkan waktu dengan baik, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Untuk teman-teman yang kuliah malam sambil bekerja, saya tahu rasanya membagi waktu itu tidak mudah. Ada kalanya capek setelah kerja, tetapi tetap harus masuk kelas dan mengerjakan tugas. Saya juga pernah ada di posisi itu. Kuncinya, jangan gampang menyerah dan selalu ingat alasan kenapa kalian memulai semuanya. Jangan sampai keadaan yang sulit membuat kalian berhenti memperjuangkan masa depan,” ungkap Affan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak merasa tertinggal hanya karena perjalanan mereka berbeda dari orang lain. Setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, dan proses yang tidak selalu sama.

“Jangan takut memulai dari bawah. Saya juga pernah kerja part-time, kerja di pabrik, sambil kuliah dan mencoba membangun karier dari nol. Kalau memang punya cita-cita, perjuangkan pelan-pelan. Jangan malu dengan proses kalian sekarang. Selama masih ada kesempatan, terus belajar, terus berusaha, dan jangan menyerah. Hasil itu memang tidak selalu datang cepat, tetapi usaha yang konsisten bisa membawa kita lebih dekat dengan apa yang kita impikan,” tambahnya.

Kehadiran Affan Wahyudin dalam SEMOT UBSI 2026 menjadi bagian dari ruang berbagi pengalaman antara alumni dan mahasiswa baru.

Melalui kisah perjalanan pendidikan dan kariernya, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalani perkuliahan.

Pengalaman Affan juga memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk membangun keterampilan dan karier sejak masih kuliah.

Namun, setiap proses membutuhkan komitmen, pengelolaan waktu, serta kemauan untuk terus belajar.

Bagi mahasiswa baru yang berencana kuliah sambil bekerja, kisah Affan dapat menjadi pengingat bahwa tantangan bukanlah alasan untuk berhenti memperjuangkan pendidikan.

Kesempatan belajar, pengalaman kerja, dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan selama dijalani dengan perencanaan yang baik.

Melalui SEMOT UBSI 2026, pengalaman alumni diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa baru dalam memandang masa perkuliahan.

Semangat untuk terus berusaha, menjaga konsistensi, dan tidak menyerah pada keadaan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun masa depan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Leave A Reply

Your email address will not be published.