Komunitas Periset Muda UBSI Resmi Diluncurkan, Siapkan Generasi Peneliti Penentu Indonesia Emas 2045
BSINews, Jakarta-Komunitas Periset Muda UBSI resmi diluncurkan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai upaya membangun budaya riset sejak dini di kalangan mahasiswa. Program ini menjadi wadah pengembangan kompetensi penelitian, kolaborasi ilmiah, serta inovasi yang diharapkan mampu melahirkan generasi periset muda sebagai pilar pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran Komunitas Periset Muda dikemas dalam Opening Ceremony yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (22/7). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis UBSI dalam menciptakan ekosistem riset yang berkelanjutan sekaligus mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah, dan menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Bersama BRIN, Kampus Digital Kreatif Universitas BSI Gelar Sosialisasi Pusat Kolaborasi Riset
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat budaya akademik melalui berbagai program yang mendorong lahirnya mahasiswa berdaya saing global. Pembentukan Komunitas Periset Muda menjadi salah satu komitmen kampus dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Opening Ceremony dibuka oleh Fera Nelfianti, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda sebagai agen perubahan melalui penguatan budaya riset.
“Mahasiswa merupakan aset bangsa yang akan menjadi penentu arah pembangunan di masa depan. Karena itu, budaya riset harus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Fera.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar literasi riset yang menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sujianto, dengan materi bertajuk “Membangun Kompetensi dan Jejaring Kolaborasi Periset Muda yang Inovatif dan Berdaya Saing”.
Dalam paparannya, Sujianto menjelaskan bahwa seorang peneliti muda perlu memiliki kemampuan metodologi penelitian yang kuat, keterampilan analisis data, serta mampu memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari proses riset yang modern.
“Periset muda perlu terus meningkatkan kompetensi metodologi penelitian, kemampuan analisis data, serta membangun jejaring kolaborasi agar mampu menghasilkan riset yang inovatif dan memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Sujianto.
Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai peluang kolaborasi riset bersama BRIN, seperti program penelitian bersama, visiting researcher, degree by research, hingga berbagai skema pendanaan riset nasional maupun internasional. Informasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem riset Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Penelitian UBSI, Haryani, memaparkan arah pengembangan Komunitas Periset Muda yang memiliki visi menjadi wadah mahasiswa unggul dalam penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah.
Baca juga: Gen Z dan Era Digital, Peran UBSI kampus Pontianak dalam Membangun Indonesia Emas
Menurutnya, berbagai program telah disiapkan untuk mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, mulai dari pelatihan metodologi penelitian, pendampingan publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, hingga pembinaan menghadapi kompetisi riset di tingkat nasional maupun internasional.
“Komunitas Periset Muda diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan riset, menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, serta menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” ujar Haryani.