Putar Panen Bawa Tiga Mahasiswa UBSI Raih Juara 1 UI/UX Design UX Day 2026

0 8

BSINews, Jakarta – Limbah hasil panen kerap dipandang sebagai sisa yang tidak lagi memiliki nilai. Namun, bagi tiga mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), persoalan tersebut justru menjadi titik awal untuk merancang sebuah solusi digital. Melalui aplikasi Putar Panen, mereka berhasil meraih Juara 1 UI/UX Design pada ajang UX Day 2026 yang diselenggarakan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).

Prestasi tersebut diraih oleh Alexa Cindy Safara Anasrullah, Grace Tiur Emaida Simanungkalit, dan Kamila Zulfa Indika Lu’lui. Ketiganya mengembangkan Putar Panen sebagai rancangan aplikasi yang mengangkat gagasan pemanfaatan limbah hasil panen untuk membantu meningkatkan penghasilan petani sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Raih Juara 2 UI/UX Design UX Day 2026 Lewat Aplikasi Kota Kita

Yang menarik, Putar Panen tidak dibangun semata-mata untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merancang tampilan aplikasi. Di balik desain antarmuka dan pengalaman pengguna yang dikembangkan, terdapat persoalan sektor pertanian yang ingin mereka jawab melalui pendekatan teknologi.

Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung pemanfaatan sumber daya dan produk berkelanjutan sekaligus menghubungkan inovasi digital dengan kebutuhan masyarakat. Tim juga mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) pada salah satu fitur, terutama untuk mendukung proses detection terhadap hasil panen.

Ketika UI/UX Bertemu Persoalan Pertanian

Kamila, selaku ketua tim, mengatakan gagasan Putar Panen berangkat dari keinginan untuk menghadirkan solusi digital yang tidak berhenti pada tampilan menarik. Menurutnya, sebuah rancangan aplikasi juga perlu memiliki konteks dan manfaat yang jelas bagi calon penggunanya.

“Kami ingin Putar Panen tidak berhenti sebagai sebuah desain aplikasi, tetapi dapat menjadi gambaran solusi yang bisa membantu petani memanfaatkan hasil dan limbah panen secara lebih optimal. Penggunaan AI juga kami kembangkan untuk mendukung proses identifikasi hasil panen sehingga aplikasi memiliki fungsi yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Kamila dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (29/9).

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan isu pembangunan berkelanjutan yang tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Di titik ini, kompetisi UI/UX menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bahwa desain produk digital tidak selalu berbicara tentang bagaimana sebuah aplikasi terlihat. Desain juga berkaitan dengan bagaimana teknologi dapat memahami persoalan pengguna, menyederhanakan kebutuhan yang kompleks, dan menawarkan pengalaman yang lebih relevan.

Melewati Tahapan Kompetisi UI/UX

Perjalanan tim UBSI untuk mencapai Juara 1 berlangsung melalui rangkaian tahapan yang kompetitif. Sebanyak 11 tim mengikuti tahap final pada 21–23 September 2026, sebelum memasuki babak penentuan Juara 1, 2, dan 3 pada 24 September 2026.

Dosen pendamping tim, Andriansah mengapresiasi proses yang dijalani mahasiswa UBSI sejak menemukan ide hingga menyempurnakan rancangan aplikasi. Baginya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran karena mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan desain, tetapi juga memahami masalah yang ingin diselesaikan.

“Yang menjadi nilai penting dari capaian ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses mahasiswa dalam mengembangkan ide, memahami kebutuhan pengguna, menyusun solusi, hingga mempresentasikan produk mereka. Putar Panen menunjukkan bahwa kemampuan UI/UX dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan masyarakat,” ujar Andriansah dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (29/9).

Proses tersebut memperlihatkan bagaimana kompetensi UI/UX dapat berkembang ketika mahasiswa berhadapan dengan persoalan yang konkret. Mereka perlu menerjemahkan permasalahan menjadi kebutuhan pengguna, menyusun alur solusi, merancang pengalaman pengguna, hingga mempertanggungjawabkan gagasan tersebut di hadapan juri.

Kreativitas dan Teknologi untuk Menjawab Kebutuhan Pengguna

Kaprodi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi menilai capaian tersebut menunjukkan bagaimana kompetensi mahasiswa dapat berkembang ketika kemampuan akademik dipadukan dengan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan sekaligus melihat sejauh mana pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan dalam menghasilkan sebuah rancangan yang memiliki nilai manfaat.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa Sistem Informasi untuk terus mengembangkan kemampuan, tidak hanya dalam aspek teknologi, tetapi juga dalam memahami kebutuhan pengguna dan menciptakan solusi yang memberikan dampak. Kami berharap capaian ini dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan inovasi sesuai bidangnya,” ujar Sriyadi dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (29/9).

Baca juga: Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Tembus Top 5 Lomba UI/UX ITFest 2026

Capaian Tim Putar Panen memperlihatkan bahwa inovasi digital dapat berangkat dari persoalan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Limbah hasil panen yang selama ini dapat dipandang sebagai persoalan justru diterjemahkan menjadi gagasan produk digital yang menghubungkan petani, teknologi, keberlanjutan, dan ekonomi sirkular.

Bagi Alexa, Grace, dan Kamila, Juara 1 UI/UX Design UX Day 2026 bukan hanya tentang memenangkan kompetisi. Capaian tersebut menjadi pengalaman untuk membuktikan bahwa kemampuan merancang pengalaman pengguna dapat digunakan untuk melihat persoalan dari sudut yang berbeda, kemudian mengubahnya menjadi sebuah gagasan digital yang lebih bermakna.

Leave A Reply

Your email address will not be published.