BSINews, Jakarta – Riset tidak lagi berjalan dalam batas ruang kampus. Di era teknologi yang berkembang cepat, kolaborasi lintas negara menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.
Semangat tersebut diwujudkan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui keberhasilan dosennya lolos dalam Program Diaspora Berdampak (Hibah Mobilitas Riset Diaspora) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca juga: Dosen UBSI Jadi Peneliti BRIN, Kolaborasi Susun Strategi Atasi Backlog Perumahan Nasional
Dalam program tersebut, Dr. Ir. Taufik Baidawi selaku dosen sekaligus Ketua Program Studi (Kaprodi) Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) UBSI berkolaborasi dengan Luiz Rizki Ramelan dari Xnergy Autonomous Power Technology Singapore.
Kolaborasi penelitian tersebut mengangkat judul “Akselerasi Rekayasa Perangkat Lunak Embedded dan Firmware Cerdas Mekatronika Agroindustri Melalui Sinergi Industri Global”. Penelitian ini juga melibatkan Universitas Al Azhar Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai mitra kolaborasi dalam pengembangan riset berbasis teknologi.
Program Diaspora Berdampak menjadi salah satu langkah strategis Kemendiktisaintek untuk mempertemukan peneliti perguruan tinggi di Indonesia dengan diaspora Indonesia yang memiliki pengalaman di institusi maupun industri global. Melalui program ini, kolaborasi internasional diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas jejaring inovasi nasional.
Dalam penelitian tersebut, tim akan mengembangkan teknologi rekayasa perangkat lunak embedded dan firmware cerdas untuk mendukung sistem mekatronika pada sektor agroindustri. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta penerapan sistem cerdas dalam berbagai proses industri berbasis pertanian.
Dr. Taufik Baidawi menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh Program Diaspora Berdampak 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas riset sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas.
“Program Diaspora Berdampak Kemendiktisaintek 2026 ini merupakan komitmen nyata membangun ekosistem riset berdampak melalui akselerasi teknologi embedded software dan firmware cerdas mekatronika agroindustri. Sinergi ini tidak hanya memotivasi kapasitas riset dosen dan keterlibatan mahasiswa dalam proyek terapan berstandar global, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar-kampus serta menjadi jembatan alih teknologi bersama mitra diaspora Xnergy Autonomous Power Technology Singapore,” ujar Dr. Taufik dalam keterangan rilis yang diterima pada Jumat (31/7).
Menurutnya, keterlibatan diaspora Indonesia yang memiliki pengalaman di industri global memberikan nilai strategis dalam mempercepat pertukaran pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan industri.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memperluas jejaring penelitian internasional dan mendorong lahirnya inovasi berbasis kolaborasi global. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan diaspora Indonesia, UBSI terus berupaya mencetak sumber daya manusia unggul serta menghadirkan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan teknologi nasional.
Bagi Kamu yang ingin menjadi bagian dari kampus yang aktif mengembangkan inovasi, riset, dan teknologi digital sesuai kebutuhan industri masa depan, informasi pendaftaran mahasiswa baru UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id maupun untuk lebih lengkap dapat mengeceknya di https://bsi.ac.id.