Mahasiswa Prodi Informatika UBSI Ciptakan Genexist, Platform Kolaborasi Digital yang Satukan Mahasiswa, Kreator, dan Perusahaan

0 44

BSINews, Jakarta-Genexist, platform kolaborasi digital berbasis website yang menghubungkan mahasiswa, kreator, komunitas, dan perusahaan dalam satu ekosistem, berhasil dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Afif Fadhlu Rohman. Inovasi tersebut lahir dari penelitian skripsinya yang dilaksanakan di PT Examcrush Edukasi Indonesia sebagai solusi atas kebutuhan ruang kolaborasi digital yang lebih terintegrasi dan efisien.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Ciptakan Aplikasi SIPINTER untuk Pengunjung Pabrik Sosro Slawi

Platform Genexist dikembangkan melalui penelitian berjudul “Pengembangan Platform Kolaborasi Digital Genexist Berbasis Website Menggunakan Framework Next.JS dengan Metode Agile Scrum pada PT Examcrush Edukasi Indonesia” di bawah bimbingan dosen Program Studi Informatika UBSI, Jordy Lasmana Putra, M.Kom. Penelitian ini berfokus pada penyelesaian persoalan fragmentasi ekosistem digital yang selama ini membuat mahasiswa dan kreator harus menggunakan berbagai aplikasi berbeda untuk membangun portofolio, mencari proyek, mengikuti kegiatan, hingga menjalin jejaring profesional.

Afif menjelaskan bahwa ide pengembangan Genexist muncul dari pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa yang merasakan sulitnya membangun rekam jejak digital karena harus berpindah dari satu platform ke platform lainnya.

“Genexist saya rancang bukan sekadar untuk memenuhi syarat kelulusan, tetapi karena saya sendiri merasakan betapa melelahkannya membangun portofolio ketika semuanya tersebar di banyak aplikasi. Dengan satu ekosistem, mahasiswa bisa fokus berkarya, bukan sibuk berpindah platform,” ujar Afif.

Melalui Genexist, seluruh aktivitas tersebut disatukan dalam satu workspace digital yang interaktif. Platform ini menghadirkan sebelas fitur utama, yakni Authentication, Profile, Setting, Dashboard, Blog, Ruang Bicara, Project, Event, Community & Room, Collaboration, dan Connect yang saling terintegrasi untuk mendukung kebutuhan mahasiswa, kreator, komunitas, maupun mitra perusahaan.

Salah satu fitur unggulannya adalah Project yang memungkinkan perusahaan memublikasikan proyek, sementara mahasiswa dan kreator dapat melamar dengan mengunggah cover letter, curriculum vitae (CV), serta portofolio. Setelah diterima, seluruh proses kolaborasi berlangsung dalam workspace yang dilengkapi forum diskusi, task board, hingga fasilitas pengumpulan dokumen. Pada akhir proyek, perusahaan dapat memberikan penilaian dan ulasan yang akan menjadi bagian dari portofolio digital peserta.

Selain itu, fitur Event menyediakan sistem RSVP dengan tiket berbasis QR Code untuk proses check-in peserta sekaligus menghadirkan fitur “Connect Before You Go” agar peserta dapat membangun relasi sebelum acara berlangsung. Sementara itu, Ruang Bicara menjadi wadah berbagi cerita secara anonim yang dilengkapi sistem penyaring kata otomatis sehingga tetap menciptakan ruang diskusi yang sehat.

Genexist juga menghadirkan fitur Community & Room sebagai ruang diskusi komunitas dengan mekanisme listener dan raise hand, Collaboration untuk mencari rekan proyek maupun co-founder beserta milestone tracker, Connect untuk memperluas jaringan profesional berdasarkan kecocokan tertentu, serta Blog yang memungkinkan pengguna memublikasikan karya tulis menggunakan editor WYSIWYG.

Dari sisi teknologi, Genexist dibangun menggunakan framework Next.js dengan App Router dan TypeScript yang dipadukan dengan Tailwind CSS, shadcn/ui, serta Radix UI. Platform ini memanfaatkan Supabase sebagai Backend-as-a-Service dengan basis data PostgreSQL yang dirancang dalam 55 tabel dan terbagi ke dalam 13 modul. Pengembangannya menerapkan metode Agile Scrum sehingga setiap fitur dapat dikembangkan secara bertahap dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan.

Untuk menjaga keamanan sistem, Genexist menerapkan mekanisme Role-Based Access Control (RBAC) berbasis autentikasi token yang mengatur hak akses berdasarkan tiga peran utama, yaitu Admin, Student/Creator, serta Partner/Community. Pendekatan tersebut memastikan setiap pengguna hanya dapat mengakses fitur sesuai kewenangannya.

Pada kesempatan yang sama, dosen pembimbing skripsi, Jordy Lasmana Putra, M.Kom., menilai hasil penelitian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Baca juga: Mahasiswa Hibahkan Aplikasi Kepada Rumah Makan Bebek Goreng H.Slamet

“Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Informatika UBSI mampu menerjemahkan permasalahan nyata di industri menjadi produk perangkat lunak yang utuh, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan basis data, hingga pengujian,” ujar Jordy.

Keberhasilan pengembangan Genexist semakin mempertegas komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi dari mahasiswa. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pengembangan kompetensi digital, UBSI terus menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan solusi inovatif untuk menjawab tantangan dunia pendidikan, bisnis, dan transformasi digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.