Jangan Dibuang! Mahasiswa BSI Explore 2026 Bocorkan Trik Ubah Sampah Jadi Pajangan Estetik
BSINews, Tasikmalaya – Mahasiswa BSI Explore 2026 bersama warga Desa Santanamekar menggelar kegiatan menghias pos kamling dengan memanfaatkan barang bekas menjadi pot tanaman Do It Yourself (DIY), Selasa (4/8) pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, dan menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk mendukung lingkungan desa yang bersih dan asri.
Kegiatan diawali dengan mengumpulkan dan menyiapkan sejumlah barang bekas yang masih dapat digunakan. Barang tersebut kemudian diolah menjadi pot tanaman sebelum dihias dan ditata di sekitar area pos kamling.
Mahasiswa dan warga bekerja bersama dalam setiap tahap kegiatan.
Mereka mulai dari menyiapkan bahan, mengecat pot, hingga menata hasil karya di sekitar pos kamling agar fasilitas umum tersebut terlihat lebih rapi dan memiliki nilai estetika.
Pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan sampah.
Barang yang sebelumnya tidak digunakan dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang memiliki fungsi melalui proses sederhana dan kreatif.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung.
Mahasiswa BSI Explore 2026 bersama masyarakat saling membantu dalam menyelesaikan setiap tahapan, sehingga kegiatan tidak hanya menghasilkan perubahan pada lingkungan sekitar pos kamling, tetapi juga memperkuat interaksi antara mahasiswa dan warga.
Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mengajak masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas dapat dilakukan dengan cara sederhana sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Saya sangat mengapresiasi semangat mahasiswa BSI Explore 2026 yang berkolaborasi dengan masyarakat dalam menghias pos kamling melalui pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mengajarkan bahwa kreativitas dapat mengubah barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Ade Saepudin saat mengikuti kegiatan tersebut.
Ade juga berharap kegiatan serupa dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam kegiatan bersama dapat memperkuat budaya gotong royong yang telah berkembang di lingkungan desa.
“Saya berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat,” lanjut Ade Saepudin.
Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana di lingkungan masyarakat.
Selain membantu memperindah fasilitas umum, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajak warga melihat kembali potensi barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan.
Konsep Do It Yourself yang diterapkan membuat masyarakat dapat mengikuti proses pembuatan pot secara langsung.
Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan ide kreatif lain dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan.
Penggunaan barang bekas menjadi salah satu cara untuk mengenalkan pentingnya pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah.
Melalui kegiatan praktis, mahasiswa dapat menyampaikan pesan mengenai kebersihan lingkungan tanpa mengubah kegiatan menjadi pembelajaran yang bersifat formal.
Pos kamling yang menjadi lokasi kegiatan juga memiliki fungsi sebagai salah satu fasilitas bersama masyarakat.
Penataan area tersebut dengan pot tanaman diharapkan dapat membuat lingkungan sekitar lebih terawat sekaligus memberikan ruang yang nyaman bagi warga.
Kegiatan ini memperlihatkan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dukungan dari pemerintah desa membantu mahasiswa menjalankan kegiatan, sementara keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses pelaksanaan di lapangan.
Selain menghasilkan pot tanaman dari barang bekas, kegiatan tersebut juga memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Interaksi selama proses menghias pos kamling menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali kebiasaan, kebutuhan, dan potensi lingkungan desa secara lebih dekat.
Program seperti ini menjadi bagian dari proses pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada hasil fisik.
Mahasiswa juga berupaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kreativitas melalui sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BSI Explore 2026 berharap kebiasaan memanfaatkan barang bekas dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.
Kreativitas dalam mengolah barang yang sudah tidak terpakai juga dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi limbah sekaligus memperindah lingkungan.
Baca juga: Bersama Warga, Bersama Berkarya: Perjalanan BSI Explore 2026 di Desa Radak Baru
Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin melalui kegiatan lain yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan menghias pos kamling menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan desa yang bersih, hijau, nyaman, dan berkelanjutan.