Sinergi Digital: Mahasiswa UBSI Dorong Inovasi Pemprov Kalbar Lewat Aplikasi Analisis Sentimen
BSINews, Pontianak — Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak, Alexander Rikky, menghibahkan aplikasi analisis sentimen berita media online kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat.
Penyerahan aplikasi yang dikembangkan dari proyek skripsi tersebut berlangsung pada Senin (10/8).
Baca juga: Mahasiswa UBSI Hibahkan SIMAS untuk PT Tjhindatama Mulia
Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pemerintah daerah memantau dan menganalisis kecenderungan sentimen pemberitaan media online.
Sistem ini diharapkan dapat mendukung proses pemantauan opini publik secara lebih sistematis serta membantu pemerintah melihat perkembangan berbagai isu yang muncul di tengah masyarakat.
Alexander mengembangkan aplikasi tersebut sebagai bagian dari proyek skripsinya selama menempuh pendidikan di Program Studi Informatika UBSI Kampus Pontianak.
Hasil pengembangan kemudian diarahkan agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung kebutuhan pemerintahan.
Melalui sistem tersebut, pemberitaan media online daerah dapat diolah untuk melihat kecenderungan sentimen yang muncul.
Informasi yang dihasilkan dapat menjadi salah satu bahan bagi Pemprov Kalbar dalam memetakan isu strategis serta melakukan evaluasi terhadap dinamika pemberitaan.
Pemanfaatan teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan informasi berbasis digital di lingkungan pemerintahan.
Dengan sistem analisis yang lebih terstruktur, proses pemantauan pemberitaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efisien.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Christianus Lumano, menyampaikan apresiasi atas hibah aplikasi yang diberikan Alexander.
Menurutnya, inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi Diskominfo dalam memantau perkembangan pemberitaan media online.
“Saya menyambut baik hibah aplikasi analisis sentimen ini. Inovasi yang dibuat Alexander Rikky dapat membantu Diskominfo Provinsi Kalimantan Barat memantau dinamika pemberitaan media online secara lebih sistematis, transparan, dan efisien,” ujar Christianus Lumano.
Christianus menilai, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemerintah.
Menurutnya, aplikasi tersebut juga dapat mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat keterbukaan informasi publik.
“Saya berharap pemanfaatan aplikasi ini dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat keterbukaan informasi publik. Saya juga mengapresiasi kontribusi Alexander yang mampu menghadirkan inovasi dan mengarahkannya untuk kebutuhan pemerintahan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UBSI Kampus Pontianak, Lisnawanty, mengatakan hibah aplikasi tersebut menjadi contoh bahwa karya akhir mahasiswa dapat memberikan manfaat di luar lingkungan akademik.
Menurutnya, hasil penelitian dan pengembangan mahasiswa dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat maupun pemerintahan.
“Menurut saya, penyerahan hibah aplikasi ini menunjukkan bahwa karya akhir mahasiswa Informatika UBSI tidak hanya berhenti di ranah akademis. Karya mahasiswa dapat memiliki nilai guna dan dikembangkan agar bisa diterapkan untuk membantu kebutuhan di lapangan,” kata Lisnawanty.
Lisnawanty berharap pemanfaatan aplikasi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya yang memberikan manfaat langsung.
“Saya berharap hibah ini dapat memperkuat sinergi antara UBSI Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam pengembangan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Saya juga berharap semakin banyak karya mahasiswa yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah,” ujar Lisnawanty.
Penyerahan aplikasi tidak hanya dilakukan dalam bentuk hibah sistem.
Kegiatan tersebut juga disertai demonstrasi aplikasi untuk memperlihatkan cara kerja serta fungsi yang tersedia di dalam sistem.
Demonstrasi tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan dan tim teknis Diskominfo Provinsi Kalimantan Barat.
Proses ini dilakukan untuk memastikan aplikasi dapat dipahami dan digunakan sesuai dengan kebutuhan operasional di lingkungan pemerintahan.
Selain memastikan kesiapan penggunaan, keterlibatan tim teknis juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pemanfaatan aplikasi.
Sistem yang berasal dari proyek skripsi mahasiswa tersebut diharapkan dapat terus memberikan manfaat setelah diserahkan kepada pemerintah daerah.
Hibah aplikasi analisis sentimen ini menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Informatika UBSI dalam menjawab kebutuhan di bidang teknologi informasi.
Karya Alexander juga memperlihatkan bagaimana proyek akademik dapat dikembangkan menjadi solusi digital yang memiliki manfaat praktis.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi mahasiswa.
Dengan dukungan tersebut, karya akademik diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses kelulusan, tetapi juga dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi tata kelola pemerintahan dan masyarakat.