Riset UBSI Tak Berhenti di Kampus, Teknologi Pertanian Diuji dari Kebutuhan Garut

0 7

BSINews, Jakarta-Tim peneliti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan Visiting Penelitian di Kantor Sekretariat Koperasi Produsen Sukaresmi Mulus Rahayu, Kabupaten Garut, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menggali kebutuhan mitra sekaligus membahas pengembangan sistem Smart Agrologistik dalam penelitian Hibah Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE).

Baca juga: Kentang Garut Tak Lagi Sekadar Komoditas, Riset UBSI Bawa Teknologi ke Lahan Petani

Visiting Penelitian menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Transformasi Pembenihan Kentang Melalui Integrasi Bioreaktor, Teknologi Ex-Vitro dan Sistem Smart Agrologistik Korporasi I-CARE Garut”. Penelitian ini tidak hanya mengembangkan teknologi pembenihan kentang, tetapi juga mengarahkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usaha tani dan rantai pasok pertanian.

Koperasi Produsen Sukaresmi Mulus Rahayu merupakan salah satu mitra penangkar dan pengelola dalam pelaksanaan program di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut. Keterlibatan mitra menjadi penting agar sistem yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pengguna di lapangan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Dr. Taufik Baidawi, selaku ketua peneliti bersama Jenie Sundari, Sifa Fauziah dan Mochamad Nandi Susila. Sementara itu, dari pihak Koperasi Produsen Sukaresmi Mulus Rahayu hadir Aa Lukman Hakim,  selaku Sekretaris Koperasi.

Diskusi Tim Peneliti UBSI dan Koperasi Bahas Kebutuhan Sistem Digital

Pertemuan berlangsung melalui diskusi antara tim peneliti dan pihak koperasi. Pembahasan diarahkan untuk mengetahui kebutuhan sistem, alur pengelolaan kegiatan, serta informasi yang diperlukan dalam mendukung aktivitas pertanian dan rantai pasok.

Menurut Dr. Taufik Baidawi, pengembangan teknologi perlu diawali dengan memahami kondisi dan kebutuhan pengguna.

“Kami ingin sistem Smart Agrologistik yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra. Karena itu, masukan dari koperasi menjadi penting agar teknologi yang dihasilkan dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam kegiatan di lapangan,” ujar Dr. Taufik dalam keterangan rilis, Kamis (3/9).

Pembahasan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai penyesuaian kebutuhan sistem Smart Agrologistik. Hasil diskusi menjadi bahan bagi tim peneliti untuk melanjutkan pengembangan dan mengintegrasikan sistem dengan kebutuhan mitra.

Pengembangan Smart Agrologistik menjadi salah satu bagian penting dalam penelitian ICARE. Sistem tersebut diarahkan untuk membantu pengelolaan usaha tani, penyediaan informasi, serta pengelolaan rantai pasok agar dapat berlangsung secara lebih terintegrasi dan mudah dipantau.

Bagi tim peneliti, kunjungan langsung ke lingkungan mitra juga memberikan gambaran mengenai kondisi nyata yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem. Pendekatan tersebut diharapkan membuat teknologi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sesuai dengan pola kerja dan kebutuhan pengguna.

Kegiatan Visiting Penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku sektor pertanian dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi. Proses diskusi antara peneliti dan mitra menjadi bagian dari upaya memastikan inovasi yang dikembangkan memiliki manfaat nyata serta dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

Baca juga: FKB UBSI Gelar Lokakarya FGD untuk Perkuat Riset Komunikasi Era Digital

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong pengembangan penelitian dan inovasi berbasis teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap hasil diskusi ini menjadi landasan untuk menyempurnakan Smart Agrologistik, sehingga nantinya sistem tersebut mampu mendukung pengelolaan pertanian yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” tutup Dr. Taufik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.