Google Maps Ternyata Punya Fitur Tersembunyi yang Bikin Kerja di Industri Wisata Makin Gampang

0 2

Hampir semua orang memakai aplikasi peta hanya untuk mencari jalan menuju satu tempat. Padahal fungsinya jauh melampaui itu.

Bagi yang bekerja di bidang wisata dan perhotelan, Google Maps menyimpan fitur yang bisa memangkas banyak pekerjaan penyusunan rencana perjalanan.

Sayangnya, sebagian fitur tersebut jarang dipakai karena letaknya tidak langsung terlihat di halaman utama.

Kenapa Google Maps Penting bagi Pekerja Industri Wisata

Menyusun rencana perjalanan menuntut perhitungan jarak, waktu tempuh, dan urutan kunjungan yang masuk akal. Ketiganya bisa diperkirakan langsung lewat Google Maps tanpa alat tambahan.

Selain itu, tamu sering bertanya hal mendadak, mulai dari lokasi apotek terdekat sampai tempat makan yang masih buka. Kecepatan menjawab pertanyaan semacam itu ikut menentukan kesan pelayanan.

Data ulasan yang tersedia juga membantu menyaring tempat sebelum benar-benar direkomendasikan kepada tamu.

Karena itu, penguasaan Google Maps sebaiknya diperlakukan sebagai keterampilan kerja, bukan sekadar kebiasaan sehari-hari.

Baca juga: Skill TikTok Ads Manager Ini Jadi Modal Utama Buat Karier sebagai Performance Marketer

Fitur Google Maps yang Berguna untuk Menyusun Itinerary

Empat fitur berikut paling terasa manfaatnya saat menyiapkan perjalanan maupun melayani tamu.

1. Peta Luring untuk Daerah dengan Sinyal Terbatas

Fitur offline maps memungkinkan area tertentu diunduh lebih dulu sehingga tetap bisa dibuka tanpa jaringan. Kemampuan ini penting untuk destinasi pegunungan maupun pulau kecil. Pemandu yang menyiapkan peta luring di Google Maps sebelum berangkat jarang kehilangan arah meski sinyal menghilang di tengah perjalanan.

2. Daftar Tersimpan untuk Mengelompokkan Lokasi

Tempat yang akan dikunjungi bisa dikumpulkan dalam beberapa daftar berbeda, misalnya daftar penginapan, kuliner, dan titik foto. Daftar tersebut dapat dibagikan kepada rekan kerja maupun tamu. Cara ini jauh lebih rapi dibanding mengirim tautan satu per satu lewat pesan singkat.

3. Timeline untuk Menelusuri Perjalanan yang Sudah Dijalani

Fitur timeline mencatat riwayat lokasi pada perangkat yang mengaktifkannya. Catatan tersebut membantu menyusun laporan perjalanan maupun mengingat kembali urutan kunjungan. Meskipun demikian, fitur ini menyimpan data pribadi sehingga pengaturannya perlu dipahami sebelum diaktifkan.

4. Ulasan dan Foto Terbaru dari Pengunjung

Ulasan di Google Maps memperlihatkan kondisi terkini sebuah tempat, mulai dari jam ramai sampai perubahan fasilitas. Foto yang diunggah pengunjung sering lebih jujur dibanding foto resmi. Menyaring tempat berdasarkan ulasan terbaru membantu menghindari rekomendasi yang ternyata sudah tutup.

Cara Memakainya Saat Melayani Tamu

Menyiapkan daftar tempat penting di sekitar penginapan sebelum musim ramai termasuk kebiasaan yang berguna. Pertanyaan tamu umumnya berulang, sehingga jawabannya bisa disiapkan lebih dulu.

Memeriksa perkiraan waktu tempuh pada jam yang berbeda juga membantu. Jarak yang sama bisa memakan waktu jauh berbeda antara pagi dan sore.

Padahal, kesalahan memperkirakan waktu tempuh sering menjadi penyebab jadwal perjalanan berantakan sejak titik pertama.

Batas yang Perlu Diketahui Sebelum Bergantung Penuh

Informasi jam buka tidak selalu diperbarui pemilik tempat, terutama untuk usaha kecil. Menelepon lebih dulu tetap disarankan untuk kunjungan penting.

Jalur yang disarankan juga belum tentu cocok untuk kendaraan besar. Bus wisata sering kali membutuhkan pertimbangan tambahan di luar peta.

Karena itu, Google Maps sebaiknya diperlakukan sebagai alat bantu yang tetap membutuhkan pengetahuan lapangan dari pemandu maupun staf hotel.

Membagikan Rencana Perjalanan kepada Tim dan Tamu

Daftar lokasi yang sudah disusun di Google Maps dapat dibagikan dalam bentuk tautan tunggal. Cara ini memudahkan tamu mengikuti rencana tanpa perlu bertanya berulang kali.

Untuk rombongan, menandai titik kumpul dan lokasi parkir sejak awal biasanya menghemat banyak waktu di lapangan.

Meskipun demikian, salinan cetak tetap perlu disiapkan sebagai cadangan. Perangkat kehabisan daya termasuk kejadian yang cukup sering terjadi saat perjalanan panjang.

Menyiapkan Keterampilan Praktis untuk Industri Wisata

Kemampuan menyusun perjalanan dan melayani tamu memang terbentuk dari pengalaman. Meskipun demikian, dasar keilmuan membantu proses tersebut berjalan lebih cepat dan terarah.

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memiliki program studi di bidang pariwisata dan perhotelan yang membahas perencanaan perjalanan, pelayanan tamu, sampai pengelolaan destinasi. Materinya dirancang mengikuti kebutuhan industri saat ini.

Kampus ini memiliki akreditasi unggul serta puluhan ribu alumni yang telah berkarier di beragam bidang, dengan biaya pendidikan yang terjangkau. Bagi anda yang tertarik menekuni industri wisata, pilihan tersebut layak dipertimbangkan.

Pada akhirnya, penguasaan Google Maps membuat pekerjaan menyusun perjalanan berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada tamu terasa jauh lebih meyakinkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.