UBSI Gelar RTM dan RTL 2026 untuk Perkuat Mutu Berdampak Global
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Tahun 2026 pada 7–10 September 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Tambora Lt. 9 UBSI kampus Kramat, Jl Kramat Raya No 98, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, sebagai bagian strategis dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Langkah ini bertujuan memastikan keberlanjutan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Mengusung tema “Beyond Excellence: Penguatan PPEPP, Diferensiasi Misi, dan Internasionalisasi untuk UBSI Berdampak Global”, kegiatan ini mengarahkan hasil evaluasi mutu agar ditindaklanjuti menjadi program perbaikan yang terukur.
Baca juga:BPMA UBSI Perkuat Budaya Mutu melalui AMI Prodi Teknologi Komputer Banyumas
UBSI Gelar RTM dan RTL 2026
Dalam RTM, dibahas tujuh agenda utama, termasuk hasil Audit Mutu Internal (AMI) Siklus 8 Tahun 2026. Berdasarkan hasil audit pada 29 standar di 47 unit kerja, sebanyak ≥81,05 persen indikator dinyatakan sesuai dan memenuhi standar.
Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, MM, M.Kom, M.Pd, IPU, ASEAN ENG, menegaskan pentingnya menjaga keunggulan institusi secara konsisten.
“Keunggulan institusi bukanlah titik akhir, tetapi harus dijaga melalui evaluasi, pengendalian, dan peningkatan yang konsisten. RTM dan RTL menjadi ruang strategis bagi UBSI untuk memastikan bahwa setiap hasil evaluasi mutu diterjemahkan menjadi keputusan dan tindakan nyata,” kata Prof. Dr. Wahyudi dalam pembukaan kegiatan RTM dan RTL 2026.
Ia menambahkan bahwa penguatan PPEPP, diferensiasi misi di bidang pendidikan, serta internasionalisasi harus berjalan secara terintegrasi. Hal ini agar mutu yang dibangun oleh kampus dapat memberikan dampak yang semakin luas.
Sementara itu, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBSI, Lita Sari Marita, M.Kom, menyampaikan bahwa hasil audit diposisikan sebagai pendorong peningkatan mutu. Data AMI menjadi bukti untuk melihat efektivitas implementasi standar di seluruh unit kerja.
“Hasil Audit Mutu Internal bukan sekadar angka ketercapaian maupun daftar temuan. Data AMI merupakan evidence untuk melihat efektivitas implementasi standar. Setiap gap perlu dianalisis akar penyebabnya, ditetapkan tindak lanjutnya, dimonitor pelaksanaannya, dan diverifikasi efektivitasnya,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Jumat (11/9).
Keputusan RTM diterjemahkan ke dalam dokumen RTL yang memuat tindakan perbaikan, penanggung jawab, target waktu, hingga indikator keberhasilan. Mekanisme ini memastikan alur peningkatan mutu berjalan secara sistematis dari evaluasi hingga peningkatan standar.
Baca juga:Membangun Visi Sejak Bangku Kuliah, UBSI Kampus Slipi Libatkan Orang Tua Dukung Mahasiswa
“Selain fokus pada penjaminan mutu internal, momentum ini dimanfaatkan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif untuk memperkuat diferensiasi misi pendidikan. Penguatan ini diarahkan agar proses pembelajaran menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, serta menguasai teknologi di bidang ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Di saat yang sama, UBSI terus mendorong internasionalisasi melalui kerja sama global, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi riset internasional. Pelaksanaan RTM dan RTL ini menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.
“Melalui pelaksanaan siklus PPEPP secara konsisten, UBSI memperkuat komitmennya untuk bergerak menuju perbaikan yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi jalan bagi kampus untuk memberikan dampak nyata yang lebih besar bagi masyarakat luas, tutupnya.