Kenalkan Kompos dari Sampah Organik, Mahasiswa BSI Explore 2026 Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan
BSINews, Kubu Raya — Kepedulian terhadap lingkungan dapat dikenalkan sejak dini melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mahasiswa BSI Explore 2026 memilih sampah organik sebagai bahan belajar dengan mengenalkan cara mengolahnya menjadi kompos kepada anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Desa Radak Satu pada Minggu (23/8).
Kegiatan edukasi berlangsung di halaman rumah Mbah Sri yang berada di seberang TPA. Di tempat tersebut, mahasiswa menyiapkan bahan pembuatan kompos daun atau kompos cokelat sekaligus mengenalkan cara pengolahannya kepada anak-anak TPA.
Dari Sampah Menjadi Bahan Belajar
Melalui sosialisasi tersebut, anak-anak TPA diperkenalkan pada cara mengolah sampah organik menjadi kompos. Materi ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memahami bahwa sampah yang ada di sekitar tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi masih dapat dimanfaatkan kembali dengan pengolahan yang tepat.
Eko selaku pemilik TPA menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, pengenalan pengelolaan sampah sejak dini dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa BSI Explore yang telah memberikan sosialisasi pembuatan kompos ini. Kegiatan ini memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta mengolah lingkungan sejak dini,” ujar Eko.
Baca juga: Jelang 17 Agustus, Warga Radak Satu Gelar Tasyakuran dengan Hadroh dan Tumpeng
Kepedulian yang Berlanjut Bersama Warga
Selain kegiatan kompos selesai, mahasiswa juga menyiapkan perlengkapan alat tulis kantor (ATK) yang nantinya dibagikan kepada siswa sekolah dasar untuk mendukung aktivitas belajar.
Kepedulian tersebut berjalan beriringan dengan interaksi mahasiswa bersama masyarakat. Di Lapangan Gatot Koco, mahasiswa hadir sebagai suporter pertandingan sekaligus beramah tamah dengan warga. Kebersamaan kemudian berlanjut dalam kegiatan bakar-bakar dan makan bersama.
Baca juga: Tembus Top 50 GSA 2026, Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Dapat Kesempatan Office Tour ke Google
Humas BSI Explore 2026 Desa Radak Satu, Muhammad Ivan Abdullah, mengatakan pengabdian menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk beradaptasi sekaligus memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Program BSI Explore 2026 ini dirancang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan sebagai wadah pengabdian langsung agar mahasiswa dapat beradaptasi, memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat, serta meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi desa,” ujar Ivan.
Baca juga: Mahasiswa BSI Explore 2026 Rangkul Warga untuk Siapkan Ruang Belajar Anak Desa Radak Satu
Kegiatan tersebut sejalan dengan peran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswa membawa pengetahuan ke tengah masyarakat sekaligus belajar dari lingkungan tempat mereka menjalankan pengabdian.
Dari mengenalkan pengolahan sampah hingga menyiapkan sarana kebersihan untuk sekolah, BSI Explore 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.(Lady Agustine)