AI Bukan Pengasuh Anak hingga Bahaya Judi Online, Mahasiswa BSI Explore 2026 Ajak Warga Lebih Peduli
BSINews, Kubu Raya — Perkembangan teknologi dan munculnya berbagai ancaman di ruang digital membuat peran keluarga dan lingkungan semakin penting dalam mendampingi generasi muda. Hal tersebut menjadi perhatian dalam sosialisasi yang digelar mahasiswa BSI Explore 2026 di Balai Desa Radak Baru, Sabtu (22/8), dengan menghadirkan pembahasan tentang parenting, AI, narkoba, dan judi online.
Kegiatan yang diikuti masyarakat Desa Radak Baru dan Desa Radak Satu tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan mahasiswa, masyarakat, perangkat desa, sekolah, dan pihak kepolisian dalam membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Saat AI Hadir dalam Pengasuhan Anak
Sosialisasi menghadirkan Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak, Windi Irmayani, sebagai narasumber dengan materi bertajuk “AI Bukan Pengasuh Anak”. Materi tersebut mengajak orang tua melihat perkembangan AI secara lebih bijak, terutama dalam kaitannya dengan pola pengasuhan dan pendampingan anak.
Windi menekankan bahwa kemudahan teknologi seharusnya tidak membuat orang tua menyerahkan proses pendampingan anak kepada teknologi. Kehadiran orang tua tetap dibutuhkan untuk membangun komunikasi, memahami kebutuhan anak, dan memberikan arahan dalam menggunakan teknologi.
“AI memang bisa membantu banyak hal, tetapi tidak bisa menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak. Anak tetap membutuhkan perhatian, komunikasi, dan batasan yang jelas agar teknologi digunakan secara bijak,” ujar Windi.
Baca juga: Jelang 17 Agustus, Warga Radak Satu Gelar Tasyakuran dengan Hadroh dan Tumpeng
Selain materi parenting, sosialisasi ini juga menghadirkan Aryo dari Polsek (Polisi Sektor) untuk membahas bahaya narkoba dan judi online. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap risiko yang dapat berdampak pada generasi muda.
Aryo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap narkoba maupun judi online sebagai persoalan yang jauh dari lingkungan sekitar. Kewaspadaan dan perhatian dari keluarga serta masyarakat diperlukan untuk mencegah anak dan remaja terjerumus.
“Narkoba dan judi online sama-sama memiliki dampak yang serius, terutama bagi generasi muda. Karena itu, pengawasan dari keluarga dan kepedulian lingkungan sangat penting agar anak-anak tidak mudah terpengaruh,” ujar Aryo.
Baca juga: Tembus Top 50 GSA 2026, Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Dapat Kesempatan Office Tour ke Google
Membangun Kepedulian Bersama
Kolaborasi dengan pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut berawal dari kunjungan mahasiswa BSI Explore 2026 ke Polsek untuk melaporkan kedatangan sekaligus bersilaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mengajak pihak kepolisian berkolaborasi dalam kegiatan sosialisasi bersama masyarakat.
Kegiatan turut mendapat dukungan dari perangkat desa dan masyarakat. Hasan Marzuki, Kepala Dusun sekaligus perwakilan perangkat Desa Radak Satu, mengapresiasi kegiatan yang menghadirkan pembahasan mengenai persoalan keluarga dan lingkungan secara bersamaan.
Baca juga: Tak Hanya Mengajar, Mahasiswa BSI Explore 2026 Juga Belajar dari Warga Desa Radak Satu
“Kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini karena materi yang disampaikan dekat dengan kehidupan masyarakat. Edukasi tentang parenting, narkoba, dan judi online bisa menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak dan lingkungan sekitar,” tutur Hasan.
Kebersamaan dalam kegiatan juga ditandai dengan penyerahan cendera mata secara simbolis kepada perwakilan Desa Radak Satu, Desa Radak Baru, serta sekolah tempat mahasiswa menjalankan pengabdian, yakni SDN 20 Terentang dan SDN 23 Terentang.
Baca juga: 10 Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Bawa Pulang 8 Medali, Sabet Juara Umum II Kejurnas Judo Mahasiswa
Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, sosialisasi tersebut menjadi bagian dari proses berbaur dengan masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di wilayah pengabdian. Kegiatan ini juga mencerminkan peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong mahasiswa membawa pengetahuan ke tengah masyarakat dan memahami persoalan sosial secara lebih dekat.(Lady Agustine)