Saat Daun Tak Lagi Jadi Sampah, Mahasiswa BSI Explore 2026 Ajak Anak TPA Belajar Peduli Lingkungan

0 445

BSINews, Kubu Raya Apa yang terlihat sederhana seperti tumpukan daun ternyata bisa menjadi bahan belajar tentang kepedulian lingkungan. Mahasiswa BSI Explore 2026 mengajak anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Desa Radak Satu mengenal pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan bantuan EM4 pada Minggu (23/8).

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman rumah Mbah Sri yang berada di seberang TPA. Siti Hafizah dan Betty menjadi pemateri yang mengenalkan cara mengolah sampah organik, khususnya daun, menjadi kompos daun atau kompos cokelat. Anak-anak juga diperkenalkan pada penggunaan EM4 sebagai bahan pendukung dalam proses penguraian bahan organik.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa membagikan masker kepada anak-anak sebagai bagian dari persiapan kegiatan. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan anak-anak selama mengikuti praktik pengolahan bahan kompos.

Anak-anak Belajar Melihat Sampah dengan Cara Berbeda

Pemilihan anak-anak TPA sebagai sasaran edukasi menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Pengetahuan tentang lingkungan dikenalkan sejak dini agar kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kebiasaan membuang sampah, tetapi berkembang menjadi pemahaman tentang bagaimana sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Siti Hafizah mengatakan anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung agar pengelolaan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Jelang 17 Agustus, Warga Radak Satu Gelar Tasyakuran dengan Hadroh dan Tumpeng

“Anak-anak kami ajak mengenal proses pembuatan kompos secara sederhana, termasuk bagaimana sampah organik dapat diolah dengan bantuan EM4. Harapannya, mereka tidak hanya tahu cara mengelola sampah, tetapi juga mulai melihat bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dari hal-hal kecil di sekitar mereka,” ujar Siti.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak melihat secara langsung bahwa daun yang selama ini mudah dianggap sebagai sampah masih memiliki manfaat ketika dikelola dengan tepat. Proses tersebut menjadi pengalaman sederhana untuk memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari apa yang tersedia di sekitar.

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Dukung Putera Puteri Kalbar 2026, Prestasi Generasi Muda Terhubung dengan Kesempatan Pendidikan

Eko selaku pemilik TPA turut mengapresiasi edukasi yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, pengenalan pengelolaan lingkungan kepada anak-anak dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk membangun kepedulian sejak dini.

“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa BSI Explore yang telah memberikan sosialisasi pembuatan kompos ini. Kegiatan ini memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta mengolah lingkungan sejak dini,” ungkap Eko.

Menanam Kepedulian dari Hal Sederhana

Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, edukasi kompos menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan dengan persoalan yang ditemui di lingkungan sekitar. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada hasil akhir berupa kompos, tetapi juga diajak memahami bahwa sampah organik masih dapat memiliki nilai guna.

Baca juga: Dreamina AI dan Cara Menggunakannya, Tool Simpel Buat Bikin Konten Visual Tanpa Skill Desain

Kegiatan tersebut sejalan dengan peran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan melalui pengalaman langsung bersama masyarakat.

Dari daun yang sederhana, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan bukan selalu tentang melakukan sesuatu yang besar. Ketika sampah mulai dilihat sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan, kepedulian pun dapat tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini.(Lady Agustine)

Leave A Reply

Your email address will not be published.