Deretan Lagu Sheila on 7 sampai Noah yang Bisa buat Belajar Coding kamu Makin Cemerlang

0 4

Musik kerap dipasang sebagai latar saat mengerjakan tugas kuliah. Jarang ada yang menyadari bahwa struktur lagunya menyimpan logika yang mirip dengan cara kerja sebuah program.

Lagu Sheila on 7 Dan menjadi contoh yang paling gampang diamati. Barisan chord yang itu-itu saja justru menjadi kekuatan utamanya.

Pola serupa juga terdengar pada karya Andra and The Backbone hingga Noah yang tetap akrab di telinga sampai sekarang. Kebiasaan mengenali pola semacam ini ternyata bersinggungan langsung dengan cara berpikir yang dipakai saat menulis kode.

Kenapa Pola Chord Berulang Bisa Melatih Logika Pemrograman

Penelitian Bell, J. dan Bell, T. (2018) berjudul Integrating Computational Thinking with a Music Education Context yang terbit di jurnal Informatics in Education volume 17 nomor 1 halaman 151 sampai 166 menunjukkan bahwa aktivitas mengenali pola sekuensial dan pengulangan frasa musik efektif melatih computational thinking.

Studi dari University of Canterbury tersebut menyoroti dua konsep dasar, yaitu sequence atau urutan dan iteration yang berarti eksekusi pengulangan. Keduanya merupakan fondasi paling awal yang dipelajari siapa pun ketika mulai menyusun program.

Lagu Sheila on 7 Dan menempatkan dua konsep itu dalam bentuk yang mudah dicerna. Pendengar cukup menghafal satu blok pendek lalu mengulangnya sampai lagu selesai, persis seperti mesin yang menjalankan satu blok kode berkali-kali.

Karena polanya terbaca jelas, lagu semacam ini sering dipakai sebagai contoh saat menjelaskan konsep perulangan kepada orang yang belum pernah menulis satu baris kode pun.

Baca juga: Mengapa Canva untuk Mahasiswa Semakin Populer? Ini Berbagai Kegunaannya

Deretan Lagu Sheila on 7 sampai Noah dan Analogi Kodenya

Empat lagu berikut dipilih karena pola chord-nya sederhana, populer lintas generasi, dan punya padanan konsep yang jelas dalam pemrograman.

1. Dan dari Sheila on 7 adalah Contoh Core Algorithm yang Ringkas

Lagu Sheila on 7 Dan berdiri di atas rangkaian C, G, Am, dan F yang berputar konsisten dari awal hingga akhir. Susunan sesederhana itu membuktikan bahwa karya yang bertahan puluhan tahun tidak selalu lahir dari struktur rumit, melainkan dari konsistensi pada logika dasarnya. Dalam pemrograman, prinsip tersebut setara dengan core algorithm, yaitu inti logika yang dijaga tetap bersih supaya seluruh bagian lain dapat berdiri di atasnya tanpa banyak perbaikan.

2. Sempurna dari Andra and The Backbone, Lagu Pure Infinite Loop

Lagu ini memakai pola E, B, C#m, dan A yang berjalan tanpa satu pun pergeseran nada sepanjang durasinya. Kondisi tersebut menyerupai pure infinite loop, yakni perulangan yang terus dieksekusi dengan isi blok yang benar-benar sama. Mendengarkannya sambil memperhatikan titik perpindahan chord dapat melatih kepekaan terhadap awal dan akhir sebuah loop, keterampilan yang berguna saat membaca kode milik orang lain.

3. Mungkin Nanti dari Noah, Cocok untuk Latihan Sequential Iteration

Susunan C, Em, Am, dan F pada lagu ini berjalan begitu konsisten sehingga hampir semua orang bisa menghafalnya hanya dalam sekali dengar. Sifat itu identik dengan sequential iteration, yaitu perulangan yang dieksekusi berurutan dengan pola sederhana dan mudah diprediksi. Kemudahan menghafal inilah yang menjelaskan kenapa struktur berulang dipakai untuk menurunkan beban kerja, baik pada otak pendengar maupun pada mesin yang menjalankan program.

4. Ku Tak Bisa dari Slank: Re-usable Code Block

Lagu ini memakai susunan yang persis sama dengan Mungkin Nanti, tetapi hasil akhirnya terdengar berbeda karena melodi dan liriknya lain. Kondisi tersebut menggambarkan re-usable code block, yakni blok logika yang sama dipanggil ulang untuk keperluan berbeda dan tetap menghasilkan keluaran khas. Prinsip ini sering menjadi kunci efisiensi ketika sebuah tim harus membangun banyak fitur dalam waktu terbatas.

Cara Memakai Kebiasaan Ini Saat Belajar Coding

Latihan paling sederhana adalah menuliskan urutan chord sebuah lagu ke dalam catatan. Seperti berkaca pada lagu Sheila On 7, coba ketahui dan tandai bagian mana yang berulang dan bagian mana yang berubah. Kegiatan kecil ini melatih kebiasaan memisahkan logika inti dari variasi di atasnya.

Setelah terbiasa, pola pikir yang sama dapat dipindahkan ke kode. Blok yang selalu berulang layak dijadikan fungsi tersendiri, sedangkan bagian yang berubah cukup diperlakukan sebagai parameter.

Cara kerja seperti ini membuat program lebih ringkas dan jauh lebih mudah dirawat. Dalam banyak kasus, kemampuan menyederhanakan justru lebih dihargai dibanding kemampuan menulis kode panjang.

Mengasah Logika Pemrograman Lewat Jalur Pendidikan Formal

Kepekaan terhadap pola memang dapat tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, termasuk dari mendengarkan lagu Sheila on 7 Dan sekalipun. Meskipun demikian, fondasi yang lebih terstruktur umumnya tetap dibutuhkan agar kemampuan tersebut terpakai secara profesional.

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan bagi yang ingin mendalaminya. Kampus ini memiliki akreditasi unggul serta puluhan ribu alumni yang sudah berkarier di berbagai industri.

Program studi seperti Rekayasa Perangkat Lunak dan Ilmu Komputer dirancang relevan dengan kebutuhan industri masa kini, mulai dari perancangan algoritma sampai pengembangan sistem. Biaya pendidikan yang ditawarkan pun tergolong terjangkau, sehingga jalur ini realistis ditempuh sambil terus mengasah logika dari hal sederhana di sekitar anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.