Menolak Menyerah pada Keadaan, Lika-Liku Hanafi Dirgantara Sampai Masuk Dunia IT
BSINews, Bekasi-Jalan menuju kesuksesan karier jarang sekali berupa garis lurus yang mulus. Pepatah ini tergambar jelas dalam rekam jejak Hanafi Dirgantara, alumnus Program Studi (Prodi) Sistem Informasi dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang lulusan 2020. Sebelum akhirnya duduk sebagai IT Helpdesk di PT Lawang Sewu Teknologi yang berlokasi di kawasan elit Kuningan, Jakarta Selatan, Hanafi harus melewati berbagai fase kehidupan yang menguji daya juangnya.
Baca juga:Alumni Sukses UBSI Affan Wahyudin Bagikan Kisah Perjuangan di SEMOT 2026
Kisah Hanafi menjadi representasi nyata dari resiliensi, kemampuan untuk terus bangkit, beradaptasi, dan tidak gengsi memulai segala sesuatunya dari bawah demi mengejar ketertinggalan dan meraih impian di industri teknologi.
Akan sangat sayang jika ceritanya ini, hanya jadi semangat untuk dirinya sendiri. Melalui kegiatan Seminar Motivasi (SEMOT) UBSI, Hanafi diundang untuk memberikan motivasinya kepada mahasiswa baru UBSI 2026. Kegiatan SEMOT sendiri merupakan rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBSI, yang berlangsung di BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi, pada Minggu (20/9).
Membangun Fondasi Lewat Organisasi dan Inovasi
Jauh sebelum terjun ke dunia profesional, masa-masa kuliah Hanafi di UBSI kampus Karawang sangat produktif, dihabiskan dengan banyak kegiatan. Ia tidak hanya sekadar datang ke kelas untuk mendengarkan dosen, tetapi memilih terjun aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Baginya, organisasi adalah laboratorium kehidupan.
“Di situ saya banyak belajar bahwa kegiatan kampus tidak hanya mengajarkan kita untuk bersosialisasi, tapi juga cara berpikir. Kita dituntut untuk tidak hanya kuliah dan belajar, tapi mencari relasi dan menjadikan organisasi sebagai wadah untuk berkembang lebih baik di masa depan,” ungkap Hanafi.
Keberaniannya berinovasi juga teruji saat dia dan tiga rekan kelompoknya mewakili program kampus dalam perlombaan pembuatan aplikasi layanan digital. Pada periode 2018-2019, ketika digitalisasi pusat layanan kesehatan belum semasif sekarang, timnya berhasil merancang aplikasi digital untuk Puskesmas. Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian paling berkesan karena mereka berhasil melihat jauh ke depan mengenai pentingnya teknologi di sektor pelayanan publik.
Lika-Liku Karier: Berani Banting Setir ke Dunia IT
Lulus di tahun 2020 yang penuh ketidakpastian karena COVID tidak lantas membuat Hanafi langsung duduk di kursi perkantoran maupun industri korporat. Ia justru mengawali perjalanan pasca-kampusnya di sektor informal sebagai pekerja di kedai roti bakar.
Meski hanya bertahan selama tiga bulan, fase ini menjadi batu loncatan mental yang kuat. Tawaran selanjutnya datang dari raksasa industri pangan, PT Mayora. Bekerja sebagai Operator Produksi, Hanafi dituntut beradaptasi dengan ritme pabrik dan standar operasional yang ketat.
“Di PT Mayora saya belajar banyak hal. Sebagai Operator Produksi, saya menyadari bahwa kehigienisan adalah hal krusial dalam industri pangan,” tuturnya.
Namun, panggilan jiwanya di dunia teknologi tidak pernah padam. Dedikasi dan kegigihannya membuahkan hasil ketika berhasil melakukan transisi karier dan diterima bekerja sebagai IT Helpdesk di PT Lawang Sewu Teknologi.
Panggung Inspirasi dan Pesan Tangguh untuk Generasi Baru
Perjalanan karier yang penuh dinamika tersebut membawa Hanafi kembali ke almamaternya, bukan lagi sebagai mahasiswa, melainkan sebagai narasumber tamu dalam acara SEMOT UBSI. Undangan ini awalnya disambut dengan rasa tidak percaya. Ia merasa ceritanya sangat sederhana dibandingkan alumni-alumni sukses lainnya.
“Rasanya kayak enggak nyangka. Dengan cerita yang ala kadarnya menurut saya, ternyata diapresiasi. Itu momen yang mengharukan dan membanggakan. UBSI luar biasa dalam mengapresiasi alumninya,” ucap Hanafi dengan rendah hati, seraya memuji format acara Semot yang berhasil mengumpulkan mahasiswa dari seluruh Jabodetabek untuk saling berkolaborasi.
Bagi Hanafi, kampus UBSI memiliki potensi besar untuk terus melahirkan lulusan unggul dan bahkan menembus kancah internasional. Sebagai penutup perjumpaannya dengan ribuan mahasiswa baru yang tengah memulai langkah awal, ia menitipkan sebuah pesan yang lahir dari tempaan pengalaman pribadinya.
Baca juga: UBSI Alumni Padel Day 2026 Jadi Ajang Reconnect Alumni dan Almamater
“Namanya belajar, pasti kita ada di masa sulit. Tapi kalian tidak boleh menyerah, harus tetap berjuang. Jangan sampai rasa lelah menjadi titik pemberhentian buat kalian. Harus terus banyak mencoba, belajar, dan jangan pernah takut gagal,” pesannya.
Bagi yang ingin kuliah di UBSI, masih membuka pendaftaran gelombang khusus sampai 10 Oktober 2026. Informasi lainnya bisa di cek lewat laman https://bsi.ac.id/.