Mahasiswa Perhotelan UBSI Asah Keterampilan Housekeeping di IHO 2026
BSINews, Jakarta — Kesempatan menguji keterampilan secara langsung dimanfaatkan mahasiswa Program Studi Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui ajang Indonesia Housekeeping Olympic (IHO) 2026 ke-7 yang berlangsung pada 19–20 September 2026. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengukur kemampuan praktik housekeeping sekaligus mengenal standar kompetensi yang diterapkan di industri hospitality.
Mahasiswa Perhotelan UBSI Asah Keterampilan Housekeeping di IHO 2026
Pada ajang tersebut, mahasiswa Perhotelan UBSI mengikuti dua kategori perlombaan, yakni Art Towel dan Making Bed. Pada kategori Art Towel, peserta ditantang menghasilkan kreasi towel dengan memperhatikan kreativitas dan ketelitian. Sementara itu, kategori Making Bed menguji kemampuan peserta dalam menata tempat tidur sesuai standar pelayanan housekeeping.
Keikutsertaan mahasiswa didampingi oleh Nova Yudha Andriansyah. Menurutnya, kompetisi menjadi bagian dari proses pembelajaran karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana keterampilan yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam situasi kompetitif.
“Kompetisi seperti IHO menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa karena mereka bisa mengukur kemampuan yang sudah dipelajari di kampus. Walaupun kali ini belum mendapatkan juara, mereka mendapatkan pengalaman untuk memahami standar kerja, meningkatkan ketelitian, dan membangun kepercayaan diri,” ujar Nova dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Jum’at (25/9).
Baca Juga : Tak Sekadar Belajar Front Office, Mahasiswa Perhotelan UBSI Kini Kuasai Smart Reservation System
Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan. Proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi menjadi pembelajaran tersendiri, terutama dalam menjaga ketelitian, mengikuti prosedur, serta menyelesaikan tugas dalam batas waktu yang ditentukan.
Keikutsertaan dalam IHO 2026 turut mempertemukan mahasiswa dengan peserta dari lingkungan pendidikan dan industri perhotelan. Situasi tersebut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat standar keterampilan yang dibutuhkan sekaligus memperoleh gambaran mengenai tuntutan pekerjaan di bidang hospitality.
Meskipun belum berhasil membawa pulang gelar juara, mahasiswa Perhotelan UBSI tetap memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk persiapan kompetisi berikutnya. Pengalaman bertanding juga menjadi bagian dari proses pengembangan hard skill dan soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Program Studi Perhotelan UBSI terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kesempatan di luar kelas, termasuk kompetisi dan kegiatan yang berkaitan dengan industri. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan semakin terbiasa menerapkan keterampilan secara langsung dan memahami standar profesional di bidang perhotelan.
IHO 2026 pun menjadi salah satu pengalaman bagi mahasiswa untuk terus belajar dan berkembang. Bagi mahasiswa Perhotelan UBSI, hasil kompetisi bukan satu-satunya ukuran dari sebuah proses, karena pengalaman menghadapi tantangan dan mengevaluasi kemampuan juga menjadi bekal untuk menghadapi kesempatan berikutnya. (Safika)