Kelola Keuangan Lebih Terarah, UMKM Ragajaya Dibekali Pelatihan SAK EMKM
BSINews, Bogor — Pengelolaan keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha, termasuk bagi pelaku UMKM yang masih menjalankan bisnis dengan sistem pencatatan sederhana. Melihat kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) bagi Forum UMKM Desa Ragajaya di Aula Pesantren Al-Qur’an Daarus Shofwah, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (19/9).
Kelola Keuangan Lebih Terarah, UMKM Ragajaya Dibekali Pelatihan SAK EMKM
Pelatihan yang menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut membahas penyajian laporan keuangan melalui proses akuntansi dengan pendekatan yang sederhana. Peserta diberikan contoh kasus yang relevan agar dapat memahami penerapan pencatatan keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Selain membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan bisnis, laporan keuangan juga dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan serta mendukung kebutuhan administrasi ketika UMKM ingin mengembangkan usaha dan memperoleh akses permodalan.
Ketua Tim kegiatan, Ni Nengah Citra Dwi Anggraini, menekankan bahwa pertumbuhan usaha perlu diikuti dengan kesadaran untuk melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan secara baik.
“UMKM mengalami pertumbuhan yang signifikan, yang di saat bersamaan UMKM tidak mampu naik level atau bahkan bertahan karena abai terhadap laporan keuangan,” ujar Ni Nengah dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Rabu (30/9).
Baca Juga : Asah Kosakata Bahasa Inggris, Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan Untuk Remaja Kalideres
Sementara itu, Abdurrachman selaku tutor menjelaskan bahwa penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana selama proses pencatatannya dilakukan secara teratur dan tetap mengacu pada standar yang berlaku.
“Penyajian laporan keuangan UMKM didasari dengan pencatatan setiap penerimaan dan pengeluaran yang terjadi. Informasi inilah yang selanjutnya diteruskan menjadi sebuah laporan keuangan,” jelas Abdurrachman.
Baca Juga : Perkaya Keterampilan ICT Melalui Pelatihan Microsoft Word bagi Pengelola dan Pendidik PAUD Sakura
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya laporan keuangan dalam pengelolaan bisnis. Salah satu tantangan yang ditemukan adalah belum menjadikannya pencatatan keuangan sebagai bagian dari prioritas dalam menjalankan usaha.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendampingan yang dapat membantu pelaku UMKM memahami manfaat pencatatan keuangan sekaligus menerapkannya dalam aktivitas bisnis. Melalui pendekatan praktik dan contoh kasus, peserta diharapkan dapat lebih mudah mengadaptasi materi sesuai kondisi usaha masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer pengetahuan yang aplikatif, UBSI berupaya membantu pelaku UMKM meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sesuai standar yang berlaku.
Dengan adanya pelatihan tersebut, Forum UMKM Desa Ragajaya diharapkan dapat menerapkan pencatatan penerimaan dan pengeluaran secara lebih teratur serta menyusun laporan keuangan sederhana sebagai bahan evaluasi dan pengembangan usaha. (Safika)