Bawa Gagasan ke Industri Kreatif, Lima Mahasiswa UBSI Tampil di Jakarta Game Fest 2026
BSINEWS, Jakarta – Mengembangkan ide di lingkungan kampus menjadi produk yang berpotensi memiliki nilai bisnis membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Mahasiswa juga perlu berani memperkenalkan gagasannya ke industri kreatif, menerima masukan, dan menguji peluang pengembangannya di luar ruang kelas. Semangat inilah yang dibawa lima mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cengkareng saat mengikuti Jakarta Game Fest 2026 pada Sabtu (10/10).
Dalam ajang yang diselenggarakan di BINUS University Kampus Anggrek, Jakarta, tim mahasiswa UBSI tersebut mengikuti pameran bersama lebih dari 40 kontestan lainnya. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan gagasan yang dikembangkan sekaligus mengenal lebih dekat ekosistem industri kreatif dan permainan digital.
Baca juga: Jejak Fatahillah Azhuri, Mengubah Kursi Tribun Menjadi Panggung Kesuksesannya di Industri Kreatif
Kembangkan Ide Menuju Industri Kreatif
Kelima mahasiswa tersebut adalah Muhammad Abrar Atha Raif, Faqih Firmansyah, Haidar Ihsan Eka Putra, Arbiyan Setya Wira Wicaksana, dan Samuel Tandali. Mereka merupakan mahasiswa Prodi Sistem Informasi UBSI Kampus Cengkareng yang memperoleh pendampingan dari Inkubator Bisnis UBSI dalam proses pengembangan ide.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu mahasiswa mengembangkan gagasan secara lebih terarah, termasuk memperkuat kesiapan untuk memperkenalkan inovasi kepada publik. Melalui kegiatan pameran, mahasiswa berkesempatan memperoleh masukan, memperluas jejaring, serta memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan agar memiliki potensi bisnis.
Kepala Inkubator Bisnis UBSI, Mugi Raharjo mengapresiasi keberanian mahasiswa untuk membawa gagasan mereka ke ajang yang mempertemukan berbagai peserta dari ekosistem kreatif. Menurutnya, pengalaman semacam ini penting untuk memperluas proses belajar mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengembangan inovasi dan kewirausahaan.
“Kami mengapresiasi semangat mahasiswa UBSI yang berani membawa gagasan mereka ke ruang yang lebih luas. Inkubator Bisnis UBSI hadir untuk mendampingi proses tersebut, mulai dari pengembangan ide hingga memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengenalkan inovasinya kepada masyarakat dan calon mitra,” ujar Mugi.
Sebagai bentuk dukungan, Inkubator Bisnis UBSI turut memfasilitasi sejumlah kebutuhan tim untuk mendukung partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan presentasi inovasi, membangun komunikasi dengan peserta lain, dan memanfaatkan kesempatan pameran untuk membuka peluang kolaborasi.
“Bagi mahasiswa, mengikuti pameran bukan hanya tentang menampilkan hasil pengembangan ide. Interaksi dengan peserta lain dan pengunjung juga dapat menjadi ruang untuk melihat bagaimana gagasan dipersepsikan, mengidentifikasi peluang penyempurnaan, serta memahami kebutuhan pasar yang mungkin relevan dengan produk yang dikembangkan,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut sejalan dengan peran Inkubator Bisnis UBSI dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Mahasiswa UBSI didorong untuk terus menyempurnakan ide, memahami potensi pasar, dan mempersiapkan inovasi agar memiliki peluang berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Baca juga: Kembali ke UBSI Lewat Padel, Fatahillah Azhuri Bawa Cerita dari Ruang Kelas ke Industri Kreatif
Partisipasi lima mahasiswa UBSI Kampus Cengkareng dalam Jakarta Game Fest 2026 menjadi salah satu langkah dalam proses tersebut. Keberanian memperkenalkan gagasan di ruang publik dapat menjadi bekal untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan berkolaborasi.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, UBSI melalui Inkubator Bisnis terus mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada tahap mencetuskan ide, tetapi juga belajar mengembangkan, menguji, dan memperkenalkannya kepada lingkungan yang lebih luas. Sebab, sebuah inovasi memiliki kesempatan untuk bertumbuh ketika penciptanya berani membawa gagasan keluar dari ruang pengembangan dan membuka diri terhadap berbagai kemungkinan.