Dosen UBSI Latih Dasawisma RW 09 Cawang Bangun Tim yang Solid dan Terorganisasi
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan bertema “Membangun Tim yang Hebat dalam Organisasi” bagi pengurus dan kader Dasawisma RW 09 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu (5/9).
Dosen UBSI Latih Dasawisma RW 09 Cawang Bangun Tim yang Solid dan Terorganisasi
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cawang pukul 10.00–12.00 WIB ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan koordinasi antarkader, serta membangun pembagian tugas yang lebih jelas dalam menjalankan program Dasawisma.
Lurah Cawang, Gia, membuka kegiatan sekaligus menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Ia menilai penguatan kapasitas organisasi diperlukan agar program PKK di tingkat RW dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.
“Kami di Kelurahan Cawang menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Penguatan kapasitas organisasi Dasawisma sangat kami perlukan agar program-program PKK di tingkat RW dapat berjalan lebih tertib, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujar Gia dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Selasa (13/10).
Baca Juga : Jaga Kemitraan Pendidikan, UBSI School Appreciation Program 2206 Ajak Sekolah Jelajahi Yogyakarta
Ketua Dasawisma RW 09, Nur Aisyah, juga menyampaikan harapan agar pelatihan tersebut membantu pengurus dan kader menjalankan peran masing-masing secara lebih terarah. Menurutnya, pembagian tugas dan struktur organisasi yang jelas menjadi kebutuhan untuk mendukung keberlangsungan program Dasawisma.
Pelatihan ini dilatarbelakangi sejumlah tantangan organisasi, mulai dari koordinasi antarkelompok yang belum optimal, pembagian tugas yang belum jelas, minimnya kaderisasi kepemimpinan, hingga komunikasi internal yang perlu diperkuat. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan beberapa program PKK masih bergantung pada pengurus tertentu.
Materi disampaikan oleh Syahrir dengan pembahasan mengenai dasar kerja sama tim, tahapan perkembangan tim (forming, storming, norming, dan performing), gaya kepemimpinan dalam organisasi sosial, komunikasi efektif, serta penyelesaian konflik. Penyampaian materi dilakukan secara partisipatif agar mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta.
Syahrir menegaskan bahwa kekompakan tim tidak cukup dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, komunikasi terbuka, dan kejelasan tanggung jawab setiap anggota.
“Sebuah tim yang hebat tidak lahir begitu saja hanya karena sekumpulan orang ditempatkan dalam satu struktur. Ibu-ibu kader Dasawisma perlu memiliki kepercayaan satu sama lain, komunikasi yang terbuka, dan kejelasan peran agar program-program PKK bisa berjalan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan segelintir pengurus,” jelas Syahrir.
Selain pemaparan materi, peserta mengikuti lokakarya penyusunan struktur organisasi dan uraian tugas (job description), simulasi membangun kekompakan tim (team building), serta pendampingan penyusunan rencana program kerja Dasawisma untuk satu tahun ke depan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan membantu pengurus membentuk pola kerja yang lebih terstruktur dan meningkatkan keterlibatan kader.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen UBSI yang diketuai Vina Islami, bersama Syahrir, Rani, dan Aris Kurniawan. Pelaksanaan kegiatan turut didukung mahasiswa Nur Intan Rahmania dan Icha Permata Sari.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pengurus dan kader Dasawisma RW 09 serta menjadi inspirasi bagi kelompok PKK lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan organisasi. (Safika)