Dosen UBSI Kenalkan Google My Business Profile untuk Perluas Peluang Pemasaran Digital
BSINews, Jakarta – Produk yang bagus belum tentu mudah ditemukan calon pelanggan jika informasi bisnisnya tidak tersedia di tempat yang tepat. Di tengah kebiasaan masyarakat mencari produk dan layanan melalui internet seperti melalui Google My Business, kemampuan mengelola kehadiran digital menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bekerja sama dengan Pusat Pelatihan & Pengembangan Pendidikan (P4) Jakarta Barat menggelar pelatihan Google My Business pada Kamis (22/10). Kegiatan ini menghadirkan Achmad Rifai, Ketua Tim Digital Marketing UBSI, sebagai narasumber utama.
Baca juga: Digination dan UBSI Gelar Pelatihan Google My Business untuk Siswa BDP
Membantu Bisnis Lebih Mudah Ditemukan di Google
Dalam pemaparannya, Rifai menjelaskan bahwa Google My Business, yang kini dikenal sebagai Google Business Profile, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas usaha melalui Google Search dan Google Maps.
Peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek pengelolaan profil bisnis, mulai dari melengkapi informasi usaha, mencantumkan alamat dan jam operasional, menambahkan foto produk, hingga mengelola ulasan pelanggan. Informasi yang lengkap dan akurat membantu calon pelanggan mengenali bisnis serta mempertimbangkan produk atau layanan yang ditawarkan.
Rifai menjelaskan bahwa optimalisasi profil bisnis dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kehadiran usaha di ranah digital tanpa harus selalu mengandalkan promosi berbayar.
“Google My Business menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku usaha untuk memperkuat kehadiran bisnis di ranah digital. Dengan mengoptimalkan profil bisnis di Google, calon pelanggan akan lebih mudah menemukan informasi usaha, mengenal produk atau layanan yang ditawarkan, serta meningkatkan kepercayaan terhadap bisnis tersebut,” jelas Rifai, Kamis (22/10).
Materi tersebut memberikan gambaran bahwa pemasaran digital tidak selalu harus dimulai dengan strategi yang rumit. Menyediakan informasi usaha yang jelas, memperbarui foto, memastikan jam operasional akurat, dan merespons ulasan pelanggan merupakan bagian dari pengelolaan bisnis yang dapat dilakukan secara bertahap.
Peserta Mengenal Peluang Pemasaran Digital
Bagi peserta, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk melihat bahwa teknologi digital tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi atau mencari informasi, tetapi juga dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon pelanggan yang lebih luas.
Aurel Natasyah, siswa SMK Yandika, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai strategi pemasaran digital setelah mengikuti pelatihan tersebut. Ia melihat bahwa Google dapat menjadi salah satu sarana promosi yang berguna, baik untuk membantu usaha di lingkungan sekitar maupun sebagai bekal jika kelak ingin membangun bisnis sendiri.
“Ternyata kunci promosi bisnis itu tidak hanya di media sosial. Lewat Google, usaha kita bisa jauh lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli. Seru banget bisa dapat ilmu seluas ini, bukan cuma berguna untuk membantu promosi usaha sekitar saat ini, tapi juga jadi bekal berharga jika saya ingin membangun bisnis sendiri nanti,” ujar Aurel, Kamis (22/10).
Baca juga: UBSI Latih Siswa Kuasai Google My Business dan Google Trends di Era Digital
Selain memahami fungsi profil bisnis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya menyajikan informasi secara jelas, menggunakan foto yang relevan, serta menjaga komunikasi dengan pelanggan melalui ulasan. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi di bidang pemasaran digital.
Melalui kolaborasi dengan P4 Jakarta Barat, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan yang aplikatif bagi peserta dalam memanfaatkan platform digital. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital agar generasi muda lebih siap mengenali dan memanfaatkan peluang ekonomi di era teknologi.