UBSI Kenalkan Teknologi Pengairan Otomatis Berbasis IoT kepada Kader Posyandu Sukasari
BSINews, Tangerang – Pemanfaatan teknologi digital di bidang pertanian menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Untuk memperkenalkan inovasi tersebut kepada masyarakat, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penyuluhan Teknologi Pertanian dengan Sistem Pengairan Otomatis Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Air dan Produktivitas Pertanian bagi Kader Posyandu Mawar A” pada Sabtu (17/10) di Kelurahan Sukasari, Tangerang.
UBSI Kenalkan Teknologi Pengairan Otomatis Berbasis IoT kepada Kader Posyandu Sukasari
Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan kader Posyandu Mawar A mengenai pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan pengairan tanaman. Melalui penyuluhan tersebut, peserta diperkenalkan pada sistem pengairan otomatis yang dapat membantu mengatur penyiraman sesuai kebutuhan tanaman.
Ketua pelaksana, Andronias Siregar, menjelaskan bahwa pengenalan teknologi pertanian dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap inovasi digital yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap para kader Posyandu dapat mengenal manfaat teknologi IoT dalam mendukung pengairan tanaman yang lebih efisien. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk memahami dan memanfaatkan inovasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Tangerang Rabu (21/10).
Baca Juga : IoT Bukan Tren, Tapi Senjata! Ini Cara Mahasiswa Prodi TI UBSI Jadi Talenta Unggul
Dalam kegiatan tersebut, Sopyan bertindak sebagai pemateri dengan menyampaikan pengenalan teknologi pertanian berbasis IoT, prinsip kerja sistem pengairan otomatis, serta manfaatnya dalam mengoptimalkan penggunaan air dan mendukung produktivitas pertanian.
Sistem pengairan otomatis berbasis IoT memanfaatkan perangkat elektronik dan konektivitas untuk membantu mengendalikan proses penyiraman. Dengan pengaturan yang sesuai, penggunaan air dapat menjadi lebih terukur sehingga membantu mengurangi pemborosan dan mendukung pemeliharaan tanaman secara lebih efektif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa yang dipimpin oleh Aji Sudibyo, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sopyan dan penutupan. Luthfi Indriyani bertugas pada seksi dokumentasi dengan bantuan sejumlah mahasiswa untuk mendukung dokumentasi dan pengarsipan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap para kader Posyandu Mawar A memperoleh pengetahuan baru mengenai perkembangan teknologi pertanian dan potensi penerapan sistem pengairan otomatis berbasis IoT. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, melalui pengenalan teknologi yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. (Safika)