UBSI Perkuat Jejaring Kampus Anti Narkoba dalam Munas IV ARTIPENA 2026
BSINews, Bukittinggi – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi. Peran kampus tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan kesadaran sosial, dan penciptaan lingkungan pendidikan yang sehat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) turut berpartisipasi melalui kehadiran Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Adi Supriyatna serta Irwin Ananta Vidada selaku staf Kemahasiswaan UBSI yang menjadi bagian dari panitia sekaligus pengurus DPP ARTIPENA.
Mengusung tema “Kampus Bersinar: Generasi Cerdas, Tangguh, Berintegritas Tanpa Narkoba di Era Digital”, Munas IV ARTIPENA menjadi ruang konsolidasi perguruan tinggi untuk memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini memadukan agenda organisasi dengan seminar internasional yang melibatkan unsur pendidikan tinggi, pemerintah, aparat keamanan, lembaga pencegahan narkoba, dan sektor kesehatan.
Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga
Rangkaian kegiatan utama pada Sabtu (24/10) dibuka dengan Tari Pasambahan, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Mars ARTIPENA. Acara kemudian diisi laporan Ketua Panitia Munas IV, Prof. Dr. Andriansyah serta sambutan Ketua DPW ARTIPENA Sumatera Barat, Prof. Dr. Evi Hasnita yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Fort De Kock.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Umum DPP ARTIPENA, Prof. Dr. Sutarto Hadi, Dukungan pemerintah daerah turut disampaikan melalui sambutan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, A.P.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Dr. Afdalisma juga hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Kehadiran unsur pemerintah dan pendidikan tinggi tersebut menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memperluas upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Seminar Internasional Bahas Pencegahan Narkoba
Adi mengatakan, seminar internasional menjadi salah satu agenda utama Munas IV ARTIPENA 2026. Forum ini mempertemukan perspektif keamanan, pendidikan tinggi, kesehatan, dan pencegahan narkoba untuk membahas pendekatan yang lebih terintegrasi dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba, khususnya di era digital.
Pada panel pertama, narasumber yang tercantum dalam agenda meliputi Brigjen Pol. Dr. Sulastiana selaku Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat serta Kombes Pol. Erlis selaku Penyidik Ahli Madya BNN Provinsi Sumatera Barat sekaligus Ketua Tim Dayamas, yang mewakili Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat. Panel tersebut juga melibatkan unsur Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Sementara itu, panel kedua menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Fadzil Adama, Naib Canselor Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia; Prof. Dr. Evi Hasnita selaku Rektor Universitas Fort De Kock; serta dr. Riena Sovianty selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Provinsi Sumatera Barat yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.
“Pertemuan lintas sektor ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai pentingnya edukasi, kebijakan, layanan kesehatan, dan penguatan kapasitas relawan. Perguruan tinggi memiliki peluang untuk berkontribusi melalui kegiatan edukasi, penelitian, komunikasi publik, serta program yang mendorong mahasiswa lebih peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya,” ujar Adi dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (27/10).
Munas Bahas Tata Kelola dan Program Organisasi
Sementara itu, Irwin mengatakana, selain seminar internasional, Munas IV ARTIPENA menjadi forum untuk mengevaluasi program sekaligus membahas arah organisasi ke depan. Agenda persidangan dibagi ke dalam empat komisi, yakni Komisi A bidang Organisasi, Komisi B bidang AD/ART, Komisi C bidang Program Kerja, dan Komisi D bidang Pendanaan.
“Pembahasan dilanjutkan melalui sidang pleno untuk menyampaikan hasil kerja masing-masing komisi. Agenda lainnya mencakup laporan pertanggungjawaban Ketua Umum ARTIPENA periode 2022–2025 serta pembentukan tim formatur dan proses penetapan kepemimpinan sesuai mekanisme organisasi,” kata Irwin dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (27/10).
Rangkaian pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola, menyelaraskan program kerja pusat dan wilayah, serta menjaga kesinambungan gerakan relawan antinarkoba di lingkungan pendidikan tinggi.
“Bagi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, keterlibatan dalam jejaring seperti ARTIPENA membuka ruang untuk mengembangkan program pencegahan yang lebih kolaboratif. Mahasiswa dan sivitas akademika dapat mengambil peran melalui penyebaran informasi yang bertanggung jawab, edukasi berbasis pengetahuan, dan kegiatan sosial yang menjangkau masyarakat,” katanya.
UBSI Dorong Sinergi Perguruan Tinggi
Kehadiran Adi Supriyatna selaku Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI dalam Munas IV ARTIPENA menjadi bagian dari partisipasi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam jejaring perguruan tinggi yang memberi perhatian pada pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi antarkampus dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas edukasi, dan mendorong kontribusi akademik terhadap persoalan sosial.
Sedangkan, Irwin selaku panitia Munas IV ARTIPENA sekaligus pengurus DPP ARTIPENA dari UBSI, menilai kolaborasi antarperguruan tinggi penting untuk memperkuat gerakan antinarkoba. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada pendidikan akademik, termasuk membangun kesadaran, karakter, dan kepedulian mahasiswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
Melalui ARTIPENA, sinergi antarkampus diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi serta mendorong program pencegahan yang berkelanjutan dan relevan dengan tantangan era digital. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan kegiatan yang tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Saatnya Kampus Memperkuat Gerakan Kolektif Melawan Narkoba
Rangkaian Munas IV ARTIPENA ditutup pada Minggu (25/10) melalui kegiatan senam bersama dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Lembah Harau, Payakumbuh, Sumatera Barat. Agenda tersebut melengkapi kegiatan seminar dan persidangan dengan aktivitas yang menghubungkan gerakan organisasi dengan kontribusi sosial.
Munas IV ARTIPENA 2026 menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Semangat Kampus Bersinar menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang cerdas, tangguh, berintegritas, dan memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba.