Dosen UBSI Kampus Pontianak Jadi Asesor Sertifikasi Bendahara KDKMP, Dukung Penguatan Kompetensi Profesional

0 15

BSINews, Pontianak – Kompetensi profesional tidak hanya dibangun melalui pengalaman kerja, tetapi juga perlu diperkuat melalui proses penilaian yang mengacu pada standar kompetensi. Dalam upaya mendukung hal tersebut, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak turut berkontribusi sebagai asesor Sertifikasi Bendahara KDKMP pada Kamis (15/10).

Keterlibatan tersebut dilakukan oleh Muhammad Sony Maulana selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak, bersama Agung Sasongko selaku dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi. Partisipasi keduanya menjadi bentuk penerapan keilmuan akademisi dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia di ranah profesional.

Baca juga: LSP UBSI Buka RCC Angkatan 7, Perkuat Profesionalisme 32 Asesor Kompetensi

Sebagai asesor, keduanya berperan dalam proses penilaian kompetensi peserta berdasarkan kriteria yang berlaku. Proses sertifikasi menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan peserta sekaligus mendorong kesesuaian keterampilan dengan standar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Sertifikasi Jadi Bagian dari Penguatan Profesionalisme

Sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam memberikan gambaran mengenai kemampuan individu dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaannya. Melalui proses penilaian yang terukur, kompetensi peserta dapat dievaluasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

Sony menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memastikan kemampuan individu sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

“Melalui sertifikasi kompetensi, kita tidak hanya menilai kemampuan yang dimiliki peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam mengembangkan kompetensi serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara optimal di lingkungan kerja,” ungkap Sony dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (28/10).

Penilaian kompetensi diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan sertifikasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi peserta untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan. Dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pekerjaan, pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Perluas Kontribusi Akademisi bagi Masyarakat sebagai Asesor Sertifikasi

Keterlibatan Sony dan Agung sebagai asesor memperlihatkan bahwa kontribusi dosen UBSI tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus. Keahlian akademisi juga dapat diterapkan dalam kegiatan profesional yang mendukung pengembangan kompetensi masyarakat.

Partisipasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pihak di luar lingkungan akademik. Sinergi ini penting agar pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sivitas akademika dapat memberikan manfaat lebih luas serta selaras dengan kebutuhan dunia profesional.

UBSI Kampus Pontianak terus mendorong dosen untuk berpartisipasi dalam kegiatan profesional, sertifikasi, dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghubungkan keahlian akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Cetak SDM Unggul! UBSI Perkuat Kompetensi Lewat RCC Asesor Angkatan VI

Melalui keterlibatan dosen sebagai asesor Sertifikasi Bendahara KDKMP, UBSI Kampus Pontianak berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia profesional dapat terus berkembang. Dengan demikian, penguatan kompetensi sumber daya manusia dapat berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme, tanggung jawab, dan integritas dalam bekerja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.