Dosen UBSI Beri Pelatihan Pencatatan Keuangan bagi Pelaku UMKM Ragajaya
BSINews, Bogor – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar pelatihan pencatatan keuangan bagi pelaku usaha mikro di Aula Forum UMKM Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi akuntansi agar pelaku usaha mampu mengelola arus kas secara mandiri dan profesional.
Pelatihan mandiri tersebut menyoroti sejumlah tantangan klasik yang dihadapi sektor usaha mikro, mulai dari keterbatasan modal, minimnya inovasi produk, hingga pencatatan transaksi yang belum teratur. Melalui pembekalan ini, para peserta diarahkan untuk membiasakan pembukuan keuangan harian yang rapi dan konsisten.
Tutor materi PkM UBSI, Mutiara Praptasari, menegaskan bahwa pencatatan kas merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan usaha. Pembukuan yang tertib memudahkan pelaku usaha membaca kondisi keuangan bisnis secara riil.
“Kebiasaan mencatat transaksi secara konsisten akan menghasilkan data keuangan yang valid. Informasi ini menjadi dasar penting bagi pelaku UMKM dalam mengambil keputusan bisnis dan mengelola permodalan,” ujar Mutiara saat mendampingi praktik pembuatan laporan keuangan.
Ketua Pelaksana PkM UBSI, Rafika Ludmilla, menjelaskan program ini dirancang melalui pendekatan ceramah interaktif, studi kasus usaha mikro, dan pendampingan praktik langsung. Kegiatan tersebut juga melibatkan koordinator acara Petrus Christo, tim dokumentasi Nur Abdilla, serta mahasiswa UBSI, Heni Lina Octavia dan Azza Billa Amanda.
“Kami memfokuskan pelatihan pada literasi akuntansi sederhana dan simulasi pembukuan langsung agar mudah diterapkan sehari-hari. Evaluasi awal dan akhir melalui kuesioner menunjukkan pemahaman peserta meningkat terhadap pemisahan kas pribadi dan kas usaha,” tutur Rafika.
Baca juga: Dosen UBSI Dampingi Bank Sampah 3G Bogor, Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, para pelaku UMKM Ragajaya diharapkan dapat memitigasi risiko kerugian dan memperkuat manajemen kas usaha. Keterampilan akuntansi dasar tersebut diproyeksikan membuka akses pembiayaan yang lebih luas demi mendukung ekspansi usaha warga di masa depan.