Mahasiswa UBSI Eksplorasi Desa Wisata Cireundeu, Angkat Potensi Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi

0 4

BSINews, Bandung- Eksplorasi Desa Wisata Cireundeu menjadi salah satu upaya mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Melalui kegiatan yang berlangsung di Desa Cireundeu, Kecamatan Cimahi Selatan, Bandung, pada 25 November 2024, mahasiswa UBSI mempelajari sekaligus terlibat langsung dalam pengembangan potensi desa melalui tiga aspek utama, yaitu edukasi, ekonomi, dan ekologi.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Eksplorasi Desa Wisata Cireundeu, Dorong Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi Berkelanjutan

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pemberdayaan ekonomi lokal serta pelestarian lingkungan. Eksplorasi tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Perhotelan UBSI, Dyah Mustika Wardani. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan desa wisata menjadi pengalaman penting untuk memahami potensi pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Eksplorasi ini bukan hanya ajang untuk belajar tentang budaya dan tradisi lokal, tetapi juga sebuah langkah nyata untuk menghubungkan ilmu yang didapatkan di kampus dengan kehidupan masyarakat. Kami berharap mahasiswa UBSI dapat menjadi agen perubahan yang mendukung pengembangan ekonomi, sosial, dan lingkungan desa ini,” ujar Dyah.

Pada aspek edukasi, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai filosofi kehidupan masyarakat adat Desa Cireundeu melalui sesi diskusi bersama Kang Yana selaku tokoh adat setempat. Salah satu tradisi yang diperkenalkan adalah pola konsumsi masyarakat berbasis singkong sebagai makanan pokok. Tradisi tersebut mencerminkan kemandirian pangan sekaligus hubungan erat masyarakat dengan sumber daya alam di sekitarnya.

“Kami percaya bahwa menjaga tradisi adalah cara terbaik untuk mempertahankan identitas. Tradisi kami tidak hanya tentang makanan, tetapi juga cara kami hidup berdampingan dengan alam dan saling menjaga dalam komunitas,” kata Kang Yana.

Selain berdiskusi mengenai budaya lokal, mahasiswa juga mengikuti workshop pembuatan makanan khas berbahan dasar singkong, seperti gaplek dan berbagai olahan lainnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai kekayaan kuliner tradisional sekaligus pentingnya menjaga warisan budaya masyarakat Desa Cireundeu.

Tidak hanya berfokus pada edukasi, eksplorasi juga menyentuh aspek ekonomi melalui kegiatan pemberdayaan usaha lokal. Mahasiswa turut membantu mempromosikan berbagai produk unggulan desa, seperti keripik singkong, batik khas, dan kerajinan tangan melalui media digital.

Dalam sesi pelatihan pemasaran online, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat diperkenalkan dengan strategi pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu produk lokal semakin dikenal masyarakat luas dan memiliki peluang pasar yang lebih besar.

Sementara itu, pada aspek ekologi, mahasiswa UBSI bersama masyarakat melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam bibit pohon singkong di lahan desa. Aktivitas ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam kehidupan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya tentang belajar, tetapi juga aksi nyata menjaga lingkungan. Desa Cireundeu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk hidup lebih harmonis dengan alam,” tambah Kang Yana.

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya menghadirkan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial, pemanfaatan teknologi, dan pelestarian lingkungan. Eksplorasi Desa Wisata Cireundeu diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya sinergi antara pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan keberlanjutan ekologi.

Baca juga: Kepala Desa Ujung Genteng Sambut Mahasiswa BSI Explore 2026, Dorong Eksplorasi Potensi Desa

Dyah Mustika Wardani berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih memahami kehidupan masyarakat lokal serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan nyata.

“Eksplorasi ini bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga pengalaman berharga yang mendekatkan mahasiswa pada realitas masyarakat lokal,” pungkasnya.

Melalui eksplorasi ini, UBSI berharap potensi Desa Wisata Cireundeu semakin dikenal luas, sekaligus menjadi inspirasi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mampu menjaga identitas budaya, memperkuat ekonomi masyarakat, dan melestarikan lingkungan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.