ICAISD 2026 Terima 79 dari 168 Paper, UBSI Perkuat Standar Publikasi Ilmiah Internasional
BSINews, Jakarta – Kualitas konferensi ilmiah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penelitian yang masuk, tetapi juga oleh proses seleksi yang memastikan setiap karya memiliki kontribusi akademik. Prinsip tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraanIEEE International Conference on Advanced Information Scientific Development (ICAISD) 2026 yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
ICAISD 2026 mencatat sebanyak 168 paper yang disubmit oleh peneliti dan akademisi. Dari jumlah tersebut, 79 paper dinyatakan diterima melalui proses seleksi ilmiah, dengan tingkat penerimaan (acceptance rate) sebesar 47,02 persen.
Baca juga: 19 Paper Peneliti dari 8 Negara Diterima ICAISD 2026, Perkuat Jejaring Riset Internasional UBSI
ICAISD 2026 Terima 79 dari 168 Paper
Ketua Pelaksana ICAISD 2026 Dr. Anik Andriani mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa kurang dari separuh naskah yang masuk berhasil melewati proses seleksi. Penerimaan paper dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas penelitian sekaligus kesesuaiannya dengan ruang lingkup konferensi.
“Dari 79 paper yang diterima, sebanyak 60 paper berasal dari penulis dalam negeri dan 19 paper dari penulis luar negeri. Kontribusi penulis Indonesia mencapai sekitar 75,95 persen, sedangkan penulis internasional menyumbang 24,05 persen dari keseluruhan paper yang diterima,” ujar Dr. Anik, Jumat (6/11).
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa ICAISD 2026 menjadi ruang publikasi bagi akademisi nasional sekaligus membuka kesempatan pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari berbagai negara.
“Untuk menjaga kualitas penelitian yang dipresentasikan, ICAISD 2026 menerapkan mekanisme blind peer review dengan melibatkan sedikitnya tiga reviewer independen untuk setiap paper. Naskah dievaluasi berdasarkan substansi ilmiah, relevansi penelitian, metodologi, kontribusi keilmuan, serta kesesuaian dengan ruang lingkup konferensi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, proses penilaian ini menjadi bagian penting dalam menjaga objektivitas dan kredibilitas konferensi. Selain menentukan kelayakan paper, masukan dari reviewer juga dapat membantu penulis menyempurnakan kualitas naskah sebelum memasuki tahap publikasi.
Keberagaman penelitian tersebut selaras dengan tema ICAISD 2026, “AI-Driven Cybersecurity Operation and Strategy”, yang menyoroti pemanfaatan AI dalam pengembangan strategi dan operasional keamanan siber. Tema ini menjadi ruang diskusi akademik untuk membahas peluang, tantangan, serta penerapan teknologi AI dalam menghadapi dinamika ancaman digital.
“Paper yang diterima dan dipresentasikan akan diajukan untuk proses inklusi ke IEEE Xplore sesuai kebijakan, persyaratan teknis, dan standar kualitas publikasi IEEE. Proses pengajuan tersebut tidak menjamin seluruh paper akan diterbitkan atau terindeks,” katanya.
Melalui penyelenggaraan ICAISD 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong pengembangan budaya penelitian, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta perluasan kontribusi akademik di tingkat nasional dan internasional.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, penelitian, dan inovasi teknologi yang dapat memperkaya perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab tantangan transformasi digital di masa depan. Informasi lebih lanjut mengenai ICAISD 2026 dapat diakses melalui https://conference.bsi.ac.id/.