19 Paper Peneliti dari 8 Negara Diterima ICAISD 2026, Perkuat Jejaring Riset Internasional UBSI

0 14

BSINews, Jakarta – Riset kecerdasan buatan dan keamanan siber semakin menjadi perhatian dunia akademik seiring meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi yang aman, cerdas, dan adaptif. Perkembangan tersebut turut tercermin dalam IEEE International Conference on Advanced Information Scientific Development (ICAISD) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Konferensi internasional bertema “AI-Driven Cybersecurity Operation and Strategy” ini mencatat partisipasi peneliti dari berbagai negara. Berdasarkan data penerimaan paper, sebanyak 19 paper dengan penulis pertama berafiliasi pada institusi luar negeri dinyatakan diterima (accepted). Para penulis tersebut berasal dari delapan negara, yakni India, Malaysia, Polandia, Amerika Serikat, Kamboja, Arab Saudi, Filipina, dan Jerman.

Baca juga: UBSI Buka Call for Papers ICAISD 2026, Dorong Riset Teknologi dan Keamanan Siber Berdaya Saing Global

19 Paper Peneliti dari 8 Negara Diterima ICAISD 2026

Ketua Pelaksana ICAISD 2026 Dr. Anik Andriani mengatakan bahwa capaian tersebut memperlihatkan jangkauan akademik ICAISD 2026 yang melampaui batas negara. Konferensi ini menjadi ruang bagi peneliti untuk mempertemukan gagasan, berbagi hasil penelitian, serta membahas perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi dari beragam perspektif.

“Penelitian yang diterima mengangkat berbagai tema teknologi, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber (cybersecurity), deep learning, machine learning, Internet of Things (IoT), robotika, teknologi kesehatan, hingga analisis data dan optimalisasi sistem cerdas,” ujar Dr. Anik, Jumat (6/11).

Sejumlah penelitian menghadirkan pendekatan yang relevan dengan tantangan teknologi saat ini. Peneliti dari Kamboja mengangkat klasifikasi keluarga malware berbasis deep learning, sementara penelitian dari Arab Saudi membahas kerangka analitik audit berbasis AI untuk pemantauan aktivitas database dan deteksi ancaman.

“Dari Malaysia, penelitian yang diterima mengembangkan konsep Trustworthy AI untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan. Sementara itu, peneliti dari India menghadirkan sejumlah inovasi, termasuk Graph Neural Network untuk jaringan komunikasi 6G, Federated Reinforcement Learning untuk menjaga privasi jaringan sensor kesehatan, serta penerapan Digital Twin dan Multi-Agent Reinforcement Learning dalam manufaktur cerdas,” katanya.

Ia mengatakan, kontribusi dari Eropa juga memperkaya topik konferensi. Penelitian dari Jerman membahas pengenalan orientasi kepala pejalan kaki untuk mendukung keselamatan interaksi kendaraan dan manusia. Adapun peneliti dari Polandia mengembangkan model U-Net dan Spatial Graph U-Net untuk segmentasi citra tumor otak.

“Keragaman tema tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak terbatas pada satu sektor. Teknologi ini juga memiliki keterkaitan dengan kesehatan, industri, komunikasi, keselamatan, dan keamanan informasi, sehingga membuka ruang kolaborasi lintas bidang penelitian,” jelasnya.

ICAISD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2026 di BSI Convention Center (BSI Convex), Bekasi, Jawa Barat. Konferensi akan diselenggarakan secara hybrid, sehingga akademisi dan peneliti dapat berpartisipasi secara langsung maupun daring.

“Sejumlah pembicara utama internasional turut dijadwalkan hadir, di antaranya Prof. Dr. Moncef Gabbouj dari Tampere University, Finlandia, dan Assoc. Prof. Dr. Aslina Baharum dari Taylor’s University, Malaysia. Konferensi juga menghadirkan Dr. Ir. H. Achmad Farid Wadjdi dari Intelligence & Cyber Security BRIN, Indonesia,” pungkasnya.

Lanjutnya, kehadiran para pakar tersebut diharapkan memperkaya diskusi mengenai perkembangan riset, kecerdasan buatan, serta strategi keamanan siber dalam menghadapi tantangan global.

“Untuk menjaga kualitas publikasi ilmiah, ICAISD 2026 menerapkan proses blind peer review dengan melibatkan sedikitnya tiga reviewer independen. Paper yang diterima dan dipresentasikan akan diajukan untuk proses inklusi ke IEEE Xplore sesuai ketentuan ruang lingkup dan standar kualitas IEEE. Pengajuan tersebut tidak menjamin seluruh paper diterbitkan atau terindeks Scopus,” tegasnya.

Penyelenggaraan ICAISD 2026 menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong budaya penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring akademik lintas negara.

Baca juga: Prosiding ICAISD 2025 UBSI Resmi Terindeks IEEE Xplore, Bukti Eksistensi Kampus Digital Kreatif di Level Global

Melalui konferensi ini, UBSI berharap dapat terus berkontribusi dalam ekosistem penelitian internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dan solusi teknologi bagi berbagai tantangan masa depan.

Informasi lebih lanjut mengenai ICAISD 2026, daftar paper yang diterima, program konferensi, dan pendaftaran peserta dapat diakses melalui https://conference.bsi.ac.id/ atau melalui email icaisd@bsi.ac.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.