Dari Maba Jadi “Tech Survivor”, UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa dengan Strategi Sukses di Era Digital

0 5

BSINews, Pontianak — Memasuki dunia perkuliahan membutuhkan kemampuan beradaptasi, kemandirian, dan kecakapan memanfaatkan teknologi. Untuk membekali mahasiswa baru menghadapi tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan Seminar Motivasi Bersama Alumni Sukses (SEMOT) 2026 pada Minggu (20/9).

Dari Maba Jadi “Tech Survivor”, UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa dengan Strategi Sukses di Era Digital

Mengusung semangat “Bright, Spirit, Initiative”, kegiatan ini menghadirkan Ali Mustopa, dosen Informatika UBSI sekaligus Software & AI Developer, sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertajuk “Tech for Survival: Cara Cerdas Manfaatin Teknologi Biar Gak Kaget Jadi Mahasiswa” yang dikemas secara interaktif dan dekat dengan kehidupan mahasiswa baru.

Dalam pemaparannya, Ali mengajak mahasiswa memahami berbagai tantangan awal perkuliahan, mulai dari kemandirian belajar, pengelolaan waktu, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan kompetensi. Ia memperkenalkan konsep Tech Survival Kit, yaitu pemanfaatan perangkat dan aplikasi digital untuk membantu mahasiswa mengelola materi, tugas, jadwal, serta aktivitas akademik.

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga menjadi salah satu pembahasan utama. Ali menekankan bahwa AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk memahami materi, mencari ide, dan meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan proses berpikir atau menjadi sarana melakukan kecurangan akademik.

Ali Mustopa menyampaikan bahwa kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.

“Menjadi mahasiswa itu membutuhkan proses adaptasi. Yang tertinggal bukan yang tidak pintar, tapi yang tidak mau belajar. Karena itu, manfaatkan teknologi sebagai bagian dari Tech Survival Kit untuk membantu proses belajar, mengatur tugas, dan mengembangkan kemampuan. AI juga bisa menjadi seperti dosen privat 24 jam, tetapi bukan joki. Gunakan AI untuk memahami materi, mencari ide, dan meningkatkan produktivitas, tetap dengan berpikir kritis dan bertanggung jawab. Jangan menunggu semester akhir untuk mulai membangun portofolio dan jejaring. Mulai dari sekarang, karena motivasi tanpa aksi itu hanya hiburan. Pilih satu aksi hari ini dan lakukan,” ujar Ali dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Senin (21/9).

Baca Juga : Wajib Banget Tahu AI!&UBSI Margonda Bekali Maba dengan Workshop Digital Kreatif Bersama Praktisi AI

Selain membahas pemanfaatan teknologi, mahasiswa juga didorong untuk mulai membangun portofolio dan jejaring sejak semester pertama. Berbagai aktivitas seperti tugas perkuliahan, proyek, organisasi, dan kegiatan pengembangan diri dapat menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mengumpulkan pengalaman.

Sebagai penutup materi, mahasiswa diajak mengikuti “7-Day Challenge: Tech Survivor”. Tantangan ini berisi sejumlah aksi sederhana, mulai dari merapikan folder kuliah dan jadwal, memperbaiki kebiasaan belajar, menjaga keamanan digital, hingga mulai membangun profil profesional.

Melalui SEMOT 2026, UBSI kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswa baru agar tidak hanya mampu mengikuti proses perkuliahan, tetapi juga menjadi Tech Survivor yang adaptif, aktif belajar, cerdas memanfaatkan teknologi, dan memiliki inisiatif untuk mengembangkan kompetensi sejak awal perjalanan akademik. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.