Alumni UBSI Kampus Fatmawati jadi ASN di KPPU

0 15

BSINews, Jakarta – Alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Fatmawati, Puji Riyanti, berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus berkontribusi di lingkungan pemerintahan.

Puji sendiri, merupakan lulusan tahun 2006 dari ASM (Akademi Sekretaris dan Manajemen) BSI, sebelum kampus ini berubah menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada tahun 2018. Latar belakang pendidikan di bidang Sekretaris, membekali Puji dengan berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja, mulai dari administrasi, komunikasi profesional, pengelolaan dokumen, korespondensi, hingga pengorganisasian pekerjaan.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting dalam lingkungan organisasi yang membutuhkan sumber daya manusia yang teliti, sistematis, komunikatif, dan mampu menjalankan tugas secara profesional.

Baca juga: Tak Berhenti di Ruang Kelas, Alumni UBSI Kampus Fatmawati Bawa Kompetensi Manajemen ke Kemendikdasmen

Berkarier sebagai ASN di KPPU juga menunjukkan bahwa lulusan UBSI punya peluang untuk berkembang di berbagai sektor profesi. Kompetensi administrasi dan komunikasi yang dibangun selama masa perkuliahan dapat diterapkan dalam mendukung aktivitas organisasi, termasuk pada lembaga pemerintahan yang memiliki peran dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik.

Bagi mahasiswa, proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Masa kuliah juga menjadi kesempatan untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas pengalaman, serta belajar beradaptasi dengan berbagai situasi. Bekal tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang dinamis.

Kepala Kampus UBSI kampus Fatmawati, Ishak Kholil, mengatakan bahwa perjalanan alumni di berbagai bidang profesi merupakan bagian dari keberlanjutan proses pendidikan yang telah dijalani selama berada di perguruan tinggi.

“Kami tentu bangga melihat alumni UBSI mampu mengembangkan karier dan berkontribusi di berbagai bidang, termasuk sebagai ASN di lembaga pemerintahan. Proses pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa memperoleh ijazah, tetapi terus berlanjut melalui pengalaman, kemauan untuk belajar, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional,” ujar Ishak.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus menghadirkan proses pendidikan yang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri. Pembekalan tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi, sikap profesional, adaptasi, serta pemanfaatan teknologi.

“Perpaduan antara kompetensi akademik dan keterampilan praktis ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih siap memasuki dunia kerja dan mampu menghadapi perubahan di era digital,” jelasnya.

Baca juga: Tak Instan Menjadi General Manager, Alumni UBSI Buktikan Konsistensi Mampu Mengubah Karier

Ishak berharap, kisah Puji bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa UBSI untuk memanfaatkan masa perkuliahan secara optimal. Pengembangan kompetensi, pengalaman, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan dan tuntutan dunia kerja.

“Kiprah Puji sebagai ASN di KPPU pun menjadi salah satu contoh bahwa kompetensi yang dibangun sejak bangku kuliah dapat menjadi fondasi untuk menapaki karier dan memberikan kontribusi di dunia pemerintahan. Apalagi sekarang, UBSI sudah terakreditasi UNGGUL,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.