Lima Mahasiswa BSI Explore 2026 Ajak Siswa MI Darul Huda Berani Lawan Bullying

0 6

BSINews, Pandeglang – Mencegah bullying bisa dimulai dari hal sederhana, seperti belajar menghargai teman, tidak mengejek kekurangan orang lain, dan berani mengatakan tidak ketika melihat perundungan. Pesan tersebut disampaikan lima mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung dalam BSI Explore 2026 melalui kegiatan edukasi anti bullying di MI Darul Huda Ciporokoy, Desa Sinar Jaya, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kelima mahasiswa UBSI tersebut yakni Angga, Putri, Najwa, Yaya, dan Shania. Mereka turun langsung berinteraksi dengan siswa untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Baca juga: Menembus Akses Sulit, Mahasiswa BSI Explore 2026 Siapkan Penanaman Mangrove di Pantai Bahagia

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian BSI Explore 2026 yang tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa UBSI untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat, tetapi juga mendorong mereka mengambil peran dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran sosial sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UBSI mengenalkan berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak memahami bahwa perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ejekan, perkataan yang menyakitkan, pemberian julukan yang merendahkan, pengucilan dari kelompok pertemanan, hingga perundungan yang dilakukan melalui media digital atau cyberbullying.

Mahasiswa UBSI juga mengajak siswa memahami bahwa tidak semua candaan dapat dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Candaan yang membuat orang lain merasa malu, takut, tersakiti, atau direndahkan dapat menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Selain mengenali bentuk perundungan, siswa diberikan pemahaman mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan bullying. Mereka didorong untuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan perundungan serta melaporkannya kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari saling menyapa, membantu teman, menghargai perbedaan, tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan, hingga berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapatkan antusiasme dari para siswa MI Darul Huda Ciporokoy. Interaksi antara mahasiswa dan siswa membuat materi yang disampaikan tidak berhenti pada penjelasan mengenai bullying, tetapi juga mengajak siswa memahami pentingnya menjadi teman yang peduli.

Mahasiswa BSI Explore 2026 juga mengingatkan siswa agar tidak ikut menertawakan atau membiarkan ketika melihat temannya mengalami perundungan. Dengan keberanian untuk peduli dan melapor, siswa dapat ikut menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman bagi teman-temannya.

Bagi Angga, Putri, Najwa, Yaya, dan Shania, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus berbagi pengetahuan kepada generasi muda. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta memahami persoalan sosial yang ada di lingkungan sekitar.

“Edukasi anti bullying di MI Darul Huda Ciporokoy sekaligus menunjukkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui edukasi yang sederhana dan komunikatif, mahasiswa berupaya menanamkan nilai empati, toleransi, persahabatan, dan saling menghormati kepada siswa,” ungkap Angga dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (26/8).

Lingkungan sekolah yang bebas dari bullying tentu tidak dapat dibangun oleh siswa seorang diri. Guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan komunikasi yang terbuka serta memberikan perhatian ketika terdapat indikasi perundungan terhadap anak.

Karena itu pesan “Stop Bullying, Mulai Peduli” diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan BSI Explore 2026 selesai. Nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan siswa dalam berinteraksi dengan teman, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Baca juga: BSI Explore 2026 Tak Sekadar Mengabdi, Mahasiswa UBSI Ikut Bantu Aktivitas Desa Kiarapayung

Melalui BSI Explore 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswa untuk hadir bukan sekadar sebagai peserta program, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang mampu memberikan kontribusi nyata. Berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan yang dilakukan selama masa pengabdian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan BSI Explore 2026 mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan literasi, sosial, pemberdayaan masyarakat, digitalisasi, kesehatan, hingga pengembangan potensi lokal. Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Leave A Reply

Your email address will not be published.