Antara Teori, Tabel, dan Kenyataan! Catatan dari Kelas Dr. Glenn Briones
BSINews, Bekasi – Pagi itu di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang, suasana kelas agak beda. Biasanya mahasiswa semester 3 dan 5 datang dengan mata setengah terbuka sambil nyeruput kopi sachet. Tapi kali ini, mereka duduk tegak, bukan karena takut dosen, tapi karena tamunya datang jauh-jauh dari Filipina. Namanya Dr. Glenn Paul E. Briones, PhD dari University of Northern Philippines. Rambutnya rapi, bahasanya tenang, tapi isinya tajam dan membekas, Rabu (5/11).
Baca juga: Dari Ilocos ke Cawang! Cerita Pertemuan Dua Dunia di Program Student Mobility
Materi kuliahnya sederhana di judul The Role of Research in Bridging Theory and Practice in Business Education. Tapi jangan salah, di balik kalimat akademik itu tersembunyi sindiran halus untuk dunia pendidikan yang sering lebih sibuk bikin teori daripada memecahkan masalah nyata.
“Kalau teori tanpa praktik, itu kosong. Tapi praktik tanpa teori, itu buta,” katanya pelan. Mahasiswa terdiam. Beberapa manggut-manggut. Mungkin mereka baru sadar, selama ini yang dicatat cuma rumus-rumus bisnis tanpa tahu bagaimana hidup di balik angka-angka itu.
Dr. Glenn bilang, riset bukan sekadar tugas akhir. Ia adalah cara manusia belajar memahami dunia, menguji apakah teori yang kita hafal benar-benar bisa menolong orang lain. Dalam bahasa yang lebih jujur bahwa riset bukan demi nilai, tapi demi nurani.
Yang menarik, Dr. Glenn sempat menyebut bahwa kampus seharusnya jadi laboratorium kehidupan, bukan sekadar ruang ujian. Di situ mahasiswa boleh gagal, boleh salah, asal mau mencoba lagi. “Because curiosity is the soul of education,” ucapnya sambil tersenyum.
Kelas hari itu berakhir dengan tepuk tangan panjang. Tapi efeknya lebih dari itu, beberapa mahasiswa tampak sibuk mencatat ide, mungkin untuk tugas riset berikutnya.
Jimmi, Kepala Kantor Urusan Internasional UBSI yang mendampingi kegiatan, menutup sesi dengan kalimat reflektif, “Riset bukan hanya mencari jawaban, tapi belajar bertanya dengan lebih baik. Dan hari ini, kita belajar itu.”
Baca juga: Kelas yang Menyatukan Dunia, Saat Dosen Filipina Mengajar di Kaliabang
Entah kenapa, setelah kuliah selesai, suasana kampus terasa sedikit berubah. Seolah teori yang dulu terasa kaku, kini mulai bernapas.
Karena mungkin, seperti kata Dr. Glenn, ilmu yang sejati bukan yang kita hafal, tapi yang bisa kita hidupkan.(ACH)