BSINews, Karawang – Untuk mendukung siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, kegiatan sosialisasi program beasiswa yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Majalaya mendapat antusiasme tinggi dari siswa kelas XII. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (12/12) di lima ruang kelas dan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai jalur beasiswa, alur pendaftaran, serta prospek studi yang ditawarkan.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, menghadirkan empat mahasiswa penerima beasiswa sebagai narasumber inspiratif. Kegiatan ini turut didampingi Walim selaku staf marketing communication, serta Hasan Basri selaku Kepala Kampus UBSI kampus Karawang
Beasiswa Dipaparkan sebagai Dukungan Kuliah dan Pengembangan Karier
Pada sesi pembuka, tim UBSI kampus Karawang menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kontribusi kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi pelajar Karawang, khususnya mereka yang ingin melanjutkan studi namun terkendala faktor ekonomi. Penjelasan mengenai jalur undangan dan manfaat beasiswa menjadi fokus awal sosialisasi.
Dalam pemaparannya, Walim, menegaskan pentingnya penyampaian informasi pendidikan tinggi yang akurat dan terstruktur bagi siswa tingkat akhir. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang agar siswa memahami peluang kuliah sejak dini sebelum menentukan pilihan.
“Kami ingin memastikan siswa SMAN 1 Majalaya memahami bahwa kesempatan kuliah terbuka lebar. Beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya, tetapi juga dukungan agar generasi muda dapat berkembang secara akademik dan profesional,” ucapnya dalam keterangan rilis, Jumat (19/12).
Baca juga: Rumah Kedua bagi Mahasiswa yang Tumbuh Bersama Komunitas Positif di UBSI Kampus Karawang
Selain itu, empat mahasiswa penerima beasiswa UBSI kampus Karawang berbagi pengalaman mengenai proses seleksi, tantangan awal perkuliahan, hingga manfaat yang mereka rasakan setelah bergabung sebagai mahasiswa. Cerita tersebut memberikan gambaran nyata sekaligus membangun kedekatan emosional dengan para siswa.
Pada sesi berikutnya, tim UBSI kampus Karawang memperkenalkan empat program studi, yaitu Akuntansi, Teknologi Informasi, Informatika, dan Sistem Informasi. Masing-masing program studi dipaparkan dengan pendekatan human interest, menekankan keterkaitan materi perkuliahan dengan kebutuhan industri digital.
Hasan Basri, menjelaskan bahwa pemilihan jurusan harus mempertimbangkan minat sekaligus peluang karier di masa depan. Ia menuturkan bahwa kurikulum UBSI dirancang adaptif terhadap perkembangan industri.
“Industri bergerak sangat cepat dan membutuhkan sumber daya manusia yang siap beradaptasi. Kami berupaya menyiapkan mahasiswa melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Suasana kegiatan semakin dinamis saat sesi tanya jawab dibuka. Para siswa mengajukan pertanyaan seputar persyaratan pendaftaran, rekomendasi sekolah, hingga peluang beasiswa lanjutan selama masa perkuliahan. Tim UBSI kampus Karawang memberikan penjelasan secara rinci dan mudah dipahami.
Salah satu mahasiswa penerima beasiswa, Eva Dania, turut membagikan pengalamannya. Ia menjelaskan bahwa keberanian untuk mencoba menjadi langkah awal meraih masa depan.
“Saya sempat ragu bisa kuliah, tetapi setelah mengetahui adanya beasiswa dan mencoba mendaftar, kesempatan itu terbuka. Yang penting adalah berani berusaha,” katanya.
Baca juga: PMB Gelombang 1 UBSI Kampus Karawang: Awal Menuju Masa Depan Profesional
Kegiatan sosialisasi ini dinilai memberikan dampak positif bagi siswa SMAN 1 Majalaya. Selain menambah wawasan tentang dunia perkuliahan, kegiatan tersebut memperkuat hubungan antara sekolah menengah atas dan perguruan tinggi di Kabupaten Karawang.
Menutup kegiatan, Hasan Basri berharap sosialisasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan komitmen UBSI kampus Karawang dalam mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan industri digital. Melalui pemberian akses informasi dan peluang beasiswa, kolaborasi sekolah dan perguruan tinggi diharapkan mampu membuka jalan pendidikan tinggi yang lebih inklusif.(Dina Olivia)