Belajar Bahasa Inggris dengan Cara Beda, Mahasiswa UBSI Ikuti English Bootcamp di Sentul

0 30

BSINews, Bogor-Kegiatan English Bootcamp UBSI bertema “Elevating Language in the Era of Digital Creation” digelar pada 7–8 Januari di Hotel Asyana Sentul, Bogor, sebagai bagian dari pembelajaran resmi yang dirancang dalam format off-class learning. Program ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi bahasa Inggris mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri kreatif digital yang terus berkembang pesat.

Baca juga: Kuliah Sastra Inggris yang Ramah Kantong dan Siap Kerja, Pilihan Tepat Generasi Muda

Meski dilaksanakan di luar kampus, kegiatan ini tetap berjalan secara akademis dan terstruktur sesuai standar perkuliahan. Mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh sesi secara tatap muka dengan disiplin dan tepat waktu. Kehadiran fisik menjadi syarat utama guna memastikan proses pembelajaran berlangsung interaktif serta mendukung capaian pembelajaran mata kuliah.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda yang disusun sistematis. Kegiatan dibuka dengan Workshop Contentpreneur, yang membekali mahasiswa keterampilan menjadi kreator konten berbasis bahasa Inggris. Sesi ini berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi, hingga praktik langsung dalam merancang dan memproduksi konten kreatif digital.

Agenda berikutnya adalah Festival Film Pendek Nasional LITFLIX, yang menjadi ruang apresiasi karya sekaligus evaluasi pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam sesi ini, mahasiswa menayangkan film pendek sebagai proyek akhir. Selain melatih kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan ini juga mengasah kepercayaan diri, kemampuan presentasi, serta sikap apresiatif terhadap karya sesama peserta.

Kegiatan ditutup dengan Coaching Clinic Jurnal, yaitu pendampingan akademik dalam penulisan karya ilmiah. Mahasiswa dibimbing merefleksikan pengalaman selama bootcamp ke dalam laporan dan artikel ilmiah yang terstruktur dan berbasis kerangka teori.

Kaprodi Sastra Inggris Universitas BSI, Dr. Agus Priadi, menegaskan bahwa English Bootcamp ini dirancang untuk menjawab tantangan komunikasi global di era digital.

“Mahasiswa Sastra Inggris tidak hanya dituntut fasih berbahasa, tetapi juga mampu memanfaatkan bahasa sebagai alat produksi karya di ranah digital. Bootcamp ini menjadi wadah integrasi antara kemampuan linguistik, kreativitas, dan literasi digital,” ujarnya dalam keterangan rilis di Bogor, Kamis (8/1).

Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini dinilai efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.

“Kegiatan ini memberi ruang praktik nyata, bukan sekadar teori di kelas. Mahasiswa belajar berkolaborasi, berpikir kritis, dan mengekspresikan gagasan dalam bahasa Inggris melalui karya kreatif,” jelasnya.

Baca juga: Bekerja Sambil Traveling? Bisa! Wujudkan Bersama Pendidikan di Prodi Pariwisata UBSI

Melalui penyelenggaraan English Bootcamp UBSI, kampus berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan komunikasi global, khususnya di industri kreatif digital yang menuntut kemampuan bahasa, kreativitas, dan adaptasi teknologi secara bersamaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.