Bergerak di Garis Depan, Tim BSI Explore UBSI Desak Peningkatan Sarana Kesehatan Salawu!
BSINews, Tasikmalaya – Tim BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus PSDKU Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu bulanan di Desa Salawu, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus kesempatan untuk mengamati kondisi sarana kesehatan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Mahasiswa hadir bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan setempat.
Baca juga: Sambut Hari Pramuka dengan Semangat! Tim BSI Explore Karangpakis Bina Siswa SD Negeri 3 Karangpakis
Mereka membantu sejumlah tahapan pelayanan, mulai dari registrasi peserta, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan balita, pencatatan data, hingga mengarahkan warga selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan dari para kader dan warga yang mengikuti pelayanan kesehatan rutin.
Selain membantu proses pelayanan, mahasiswa juga berdiskusi dengan kader untuk mengetahui kondisi pelayanan kesehatan serta berbagai kebutuhan yang dihadapi di Desa Salawu.
Dari hasil observasi lapangan, Tim BSI Explore 2026 menemukan bahwa bangunan Posyandu yang digunakan saat ini memerlukan perhatian lebih.
Beberapa bagian bangunan terlihat mengalami penurunan kondisi, sementara sejumlah perlengkapan penunjang pelayanan kesehatan juga sudah tidak berada dalam kondisi optimal.
Ketua Posyandu Desa Salawu, Nunung, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengajukan usulan renovasi bangunan Posyandu kepada pemerintah desa.
Namun, hingga saat ini, usulan tersebut masih dalam proses dan belum dapat direalisasikan.
“Saya berharap ke depannya bangunan Posyandu ini bisa mendapatkan perhatian sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan maksimal.
Beberapa perlengkapan yang kami gunakan juga sudah cukup lama dan membutuhkan pembaruan,” ungkap Nunung saat berdiskusi dengan Tim BSI Explore 2026.
Baca juga: BSI Explore Gunung Gajah Dampingi Pramuka SD Negeri 2 Gunung Gajah, Tanamkan Karakter Sejak Dini
Kondisi fasilitas tersebut menjadi salah satu temuan mahasiswa selama mengikuti kegiatan Posyandu.
Bagi Tim BSI Explore 2026, keterlibatan langsung di lapangan memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program pengabdian.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, kegiatan Posyandu tetap berjalan secara rutin.
Para kader terus memberikan pelayanan kepada ibu hamil, balita, hingga lansia sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat Desa Salawu.
Semangat para kader dalam menjalankan pelayanan juga menjadi perhatian mahasiswa.
Kegiatan Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara kader dan masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan warga.
Bagi mahasiswa, observasi tersebut menjadi bagian dari proses memahami kondisi masyarakat secara langsung.
Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam penyusunan maupun penyesuaian program kerja BSI Explore 2026 selama masa pengabdian.
Selain kondisi fasilitas kesehatan, mahasiswa juga melihat sejumlah potensi sosial di Desa Salawu.
Semangat gotong royong masyarakat, kekompakan para kader Posyandu, serta kepedulian warga terhadap kegiatan kesehatan menjadi modal sosial yang dapat mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi.
Kerja sama yang terjalin diharapkan dapat membantu memastikan program mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.
Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Salawu mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu tidak hanya bertujuan membantu pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendengarkan masukan dari kader dan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Menurut saya, pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan memahami kebutuhan di lapangan. Kehadiran saya dan teman-teman di Posyandu bukan hanya untuk membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mendengarkan berbagai masukan dari kader kesehatan agar program yang kami jalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Salawu.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
Interaksi langsung dengan kader, tenaga kesehatan, dan warga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan yang dihadapi sekaligus mengenali potensi yang dapat dikembangkan.
Dalam pelaksanaan pengabdian, pemahaman terhadap kondisi lapangan menjadi bagian penting sebelum menentukan bentuk kegiatan.
Karena itu, hasil observasi di Posyandu dapat menjadi informasi bagi mahasiswa untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat Desa Salawu.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan peran kader dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, pelayanan rutin dapat terus berjalan meskipun masih terdapat kebutuhan terhadap perbaikan fasilitas dan pembaruan perlengkapan.
Bagi Tim BSI Explore 2026, kegiatan Posyandu menjadi pengalaman untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan persoalan nyata di masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar mengamati, mendengarkan, dan memahami kebutuhan warga berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Selanjutnya, Tim BSI Explore 2026 akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat selama pelaksanaan pengabdian.
Hasil observasi yang telah diperoleh akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menjalankan program kerja agar tetap relevan dengan kebutuhan Desa Salawu.
Baca juga: Keseharian Penuh Makna, Peserta BSI Explore 2026 Pererat Kebersamaan di Desa Radak Baru
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya sekaligus tetap menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai bagian utama dalam pelaksanaan program.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader Posyandu, dan warga juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi Desa Salawu serta peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.