Jakarta, BSINews—Biar jago Phyton dan meningkatkan lulusan yang berkompeten djuga berdaya saing tinggi, program studi (prodi) Teknologi Informasi, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menggelar pembekalan sertifikasi Phyton.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui zoom, pada Senin, 24 Juni 2024 dengan jumlah peserta hadir 517 mahasiswa. Dipandu oleh Tika Adilah M, dengan menghadirkan narasumber yakni Rian Septian Anwar selaku Trainer Phyton.
Biar Jago Phyton, Prodi Teknologi Informasi Gelar Pembekalan Sertifikasi Phyton
Dalam pemaparannya, Rian menjelaskan Bahasa pemrograman phyton yang dipopulerkan oleh Guido Van Rossum di tahun 1991 penggunaan pada Web development (server-side), Software development, Matematika, System scripting dan Data Sains.
“Pada program sertifikasi phyton yang dilaksanakan oleh Prodi Teknologi Informasi Universitas BSI. Untuk dapat lulus mengikuti sertifikasi ini, mahasiswa harus mempelajari modul dan mengerjakan soal-soal yang ada. Peserta tidak dianjurkan terburu-buru dalam mengerjakan soal, ketelitian dalam memahami soal-soal,” tutur Rian.
Ia kembali menjelaskan, pada sertifikasi phyton ini terdiri atas Module 1 – Introduction to Python and computer programming, Module 2 – Data types, variables, basic input-output operations, basic operators, Module 3 – Boolean values, conditional execution, loops, lists and list processing, logical and bitwise operations, Module 4 – Functions, tuples, dictionaries, and data processing, Module 5 – Modules, Packages and PIP, Module 6 – Strings, String and List Methods, Exceptions, Module 7 – Object-Oriented Programming, Module 8 – Miscellaneous.
“Selanjutnya, mahasiswa melakukan verifikasi akun yang telah di daftar oleh mahasiswa melalui netacad.com serta memastikan Course Programming Essentials in Python all status atau in progress dan memastikan Part 1 Summary Test, Part 2 Summary Test, Final Test sesuai jadwal yang ditentukan,” ungkap Rian.
Menurut Rian, sertifikasi sangat berguna untuk mahasiswa, Melalui sertifikat kompetensi, mahasiswa dapat bersaing dalam dunia kerja dan memiliki bukti dalam bentuk tertulis atas kemampuan peserta pada bidang ilmunya.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam mengerjakan soal dan dapat menghasilkan nilai yang terbaik dalam sertifkasi python sebagai tambahan portopolio mahasiswa,” tutup Rian. (UMF)