Buka Mata Lewat Kamera: UBSI Pacu Semangat Dokumentarian Muda!
BSINews, Jakarta –Bagaimana sebuah lensa kamera dapat mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari? Inilah pertanyaan besar yang coba dijawab dalam Seminar Film Dokumenter yang digelar oleh Program Studi Penyiaran (D3) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Kamis (26/6) di Kampus UBSI Pemuda, Rawamangun.
Baca Juga: Universitas BSI Bekali Kompetensi Mahasiswa Di Bidang Perfilman Melalui Seminar Dokumenter Televisi
Acara yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 sebagai bagian dari pendalaman praktik produksi dokumenter. Seminar menghadirkan sosok inspiratif: Dr. IGP Wiranegara akademisi sekaligus seniman media yang dikenal atas pendekatan interdisiplinernya dalam seni dan dokumenter. Bertindak sebagai moderator adalah dosen penyiaran Nur Iman El Hidayah.
Dalam pemaparannya, Dr. Wiranegara menyentuh berbagai aspek penting dokumenter — mulai dari sejarahnya, teknik riset naratif, strategi pendanaan, hingga peluang menembus festival dokumenter internasional. Namun lebih dari itu, ia menekankan bahwa dokumenter adalah cermin sosial yang tajam.
“Film dokumenter bukan sekadar visualisasi, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial. Ia hadir untuk merekam kenyataan, menggugah nurani, dan mengedukasi masyarakat,” ungkap Dr. Wiranegara penuh semangat.
Seminar ini tak hanya menjadi sesi pembelajaran pasif. Mahasiswa aktif berdiskusi dan menyampaikan apresiasi mereka. Muhammad Agri, mahasiswa semester 4, mengungkapkan bahwa seminar ini membuka matanya akan pentingnya riset dan empati dalam dokumenter.
“Saya jadi lebih memahami bahwa dokumenter yang kuat lahir dari empati yang mendalam dan riset yang jujur. Seminar ini menyadarkan saya bahwa banyak isu sosial di sekitar yang bisa kita angkat,” ujar Agri.
Sementara itu, Aster, mahasiswa lainnya, menyoroti pentingnya aspek praktis dari seminar tersebut:
“Penjelasan tentang strategi pembuatan proposal pendanaan sangat membantu. Ini bekal nyata untuk kami yang ingin membuat karya dokumenter secara profesional,” ujar Aster.
Baca Juga: Universitas BSI Ajak SMK Broadcast TV Mahardika, Pahami Pembuatan Film Dokumenter
Selain menjadi forum berbagi ilmu, seminar ini juga berfungsi sebagai ruang bertemunya mahasiswa, dosen, dan praktisi industri. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi catalyst bagi mahasiswa dalam menciptakan karya dokumenter yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga menggugah secara sosial.(RDX)