UBSI Kampus Jatiwaringin Hadirkan Literasi Digital: Tangkal Bahaya Judi Online di Kalangan Pelajar

0 175

BSINews, Jakarta-Di balik segala kemajuan teknologi yang kita rayakan hari ini, terselip tantangan yang tak bisa dipandang sebelah mata: bahaya laten judi online yang mengincar generasi muda. Melihat realitas ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin tak tinggal diam. Melalui semangat pengabdian yang berakar kuat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, UBSI menunjukkan aksi nyatanya lewat kegiatan literasi digital bertema “Bahaya Judi Online” yang digelar di SMAN 62 Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga: Dosen BSI Berikan Pelatihan Website WordPress untuk Warga RW 09 Ciwaringin: Dorong UMKM Go Digital

Kegiatan ini bukan sekadar program seremonial atau tempelan agenda tahunan. Ia lahir dari sebuah gerakan berkelanjutan bertajuk “UBSI for School” sebuah inisiatif yang menjadikan kampus sebagai jembatan ilmu pengetahuan dan penjaga moral sosial di tengah pesatnya arus digital.

“Sebagai kampus digital kreatif, tanggung jawab kami tidak hanya mencetak lulusan yang melek teknologi, tapi juga membentuk karakter yang mampu menavigasi dunia digital dengan bijak dan beretika,” tegas Rian Septian Anwar, narasumber utama dalam kegiatan tersebut sekaligus perwakilan dari UBSI.

Memilih isu judi online bukan tanpa alasan. Fenomena ini telah menjelma menjadi ancaman baru dalam dunia pendidikan, merasuki ruang pribadi pelajar melalui layar-layar kecil di genggaman tangan. UBSI melihat bahwa pendidikan tak cukup hanya bicara soal angka dan teori—ada urgensi untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya digital yang begitu nyata dan dekat.

Melalui pendekatan langsung dan interaktif, UBSI mengajak para siswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengelola informasi yang cerdas. Dalam forum yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini, para pelajar diberi ruang untuk berdiskusi, bertanya, bahkan mengungkap keresahan mereka sendiri atas pengaruh lingkungan digital.

Kolaborasi antara UBSI dan SMAN 62 Jakarta pun menjadi contoh konkret betapa pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah. Ini bukan lagi soal siapa mendidik siapa, tapi tentang berjalan bersama menghadapi tantangan zaman. Di sinilah letak nilai sejati dari pengabdian masyarakat: bukan di balik meja seminar, melainkan di tengah-tengah masyarakat, di ruang-ruang kelas, dan di hati para pelajar.

Baca Juga: Dosen BSI Ajak Pemuda RW 9 Ciwaringin Kuasai Microsoft Excel Melalui Pelatihan Intensif

UBSI membuktikan, bahwa ketika universitas bergerak bukan hanya mengajar, tetapi juga hadir dan menyentuh realitas sosial maka pendidikan menjelma menjadi kekuatan transformatif. Dan di tengah derasnya arus digital, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi menjadi pelindung terakhir dari bahaya yang tak kasatmata. (RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.