Buktikan Status Kampus Digital Kreatif, UBSI Ajak Gen Z Kenali Sisi Gelap Dunia Maya

0 77

BSINews, Jakarta-Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin terus membuktikan bahwa peran dunia pendidikan tidak hanya berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada upaya membentuk generasi yang sadar dan bertanggung jawab secara digital. Hal ini dibuktikan lewat penyelenggaraan seminar edukatif bertemaBahaya Judi Online yang dilangsungkan di SMAN 62 Jakarta pada Selasa, (15/07).

Baca Juga: UBSI Kampus Jatiwaringin Hadirkan Literasi Digital: Tangkal Bahaya Judi Online di Kalangan Pelajar

Ketika banyak institusi pendidikan lebih menyoroti sisi gemerlap era digital seperti e-commerce, AI, dan media sosial, UBSI justru berani menyorot sisi gelapnya. Seminar ini menjadi bukti bahwa UBSI tidak hanya hadir sebagai penggerak kemajuan teknologi, tetapi juga sebagai pelindung moralitas digital bagi generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh bersama dunia maya.

Workshop ini dikemas secara unik dan interaktif. Bukan dengan gaya ceramah yang menakutkan, tetapi lewat sesi yang disebut “bedah anatomi jebakan digital.” Narasumber dari UBSI, Rian Septian Anwar, membongkar secara detail cara kerja situs judi online mulai dari strategi desain antarmuka yang memanipulasi emosi pengguna hingga algoritma yang sengaja dirancang untuk menciptakan kecanduan.

“Rasa penasaran kalian pada teknologi itu adalah aset. Jangan sia-siakan untuk hal destruktif seperti judi online. Salurkan itu untuk belajar coding, desain grafis, atau bahkan cybersecurity untuk melawan kejahatan seperti ini. Jadilah pencipta, bukan korban,” pesan Rian kepada para siswa.

Tak hanya menyampaikan ancaman, UBSI juga membekali para peserta dengan solusi yang membangun. Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif dan empatik mengajak siswa untuk memanfaatkan minat pada dunia digital ke arah yang lebih produktif dan kreatif.

Apresiasi positif juga datang dari pihak sekolah yang menjadi tuan rumah kegiatan. Kepala SMAN 62 Jakarta,  Luhur, menilai bahwa pendekatan edukatif yang dibawa UBSI mampu menyentuh sisi penting dalam pembinaan karakter siswa di era digital.

Baca Juga: Bukan Sekadar Game: Siswa SMAN 62 Jakarta Melek Risiko Judi Online Berkat Workshop UBSI

“Kami tidak hanya diberi peringatan, tetapi juga wawasan dan alternatif positif. Inilah yang menurut saya membedakan edukasi dari sebuah kampus digital kreatif yang sesungguhnya,” ujarnya. (RDX)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.