Chatbot AI Karya Tim UBSI Kampus Tasikmalaya Bantu Digitalisasi Layanan Perpustakaan Sekolah Dasar
BSINews, Tasikmalaya – Tim peneliti dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, berhasil mengembangkan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengoptimalkan layanan perpustakaan pada Jumat (3/10) di SD Negeri 1 Cigalontang, Tasikmalaya. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan jam operasional dan sumber daya manusia dalam pelayanan informasi pustaka.
Dukung Transformasi Digital Perpustakaan Sekolah
Penelitian ini diketuai oleh Agung Baitul Hikmah bersama tim dosen dan mahasiswa yang terdiri dari Haerul Fatah, Herlan Sutisna, Nur Fathul Alim Budiman, Asy Syaima Attofah Mujahidah, dan Nurhalimah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penelitian Dana Yayasan UBSI Tahun Anggaran 2025.
Tim mengembangkan sistem chatbot berbasis Flowise AI dan Large Language Model (LLM) yang diintegrasikan dengan sistem perpustakaan berbasis web menggunakan framework Laravel dan database MySQL. Chatbot tersebut mampu memberikan berbagai layanan informasi secara otomatis dan real-time, seperti pencarian koleksi buku, pengecekan status peminjaman, informasi denda, hingga pengembalian buku.
Agung Baitul Hikmah menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan langkah nyata dalam mendorong efisiensi layanan perpustakaan berbasis digital di tingkat sekolah dasar.
“Teknologi ini menjadi solusi inovatif bagi sekolah dasar yang masih menggunakan sistem perpustakaan manual. Dengan adanya chatbot AI, layanan informasi dapat dilakukan secara cepat dan mandiri,” ujar Agung.
Baca juga: Kolaborasi UBSI Kampus Tasikmalaya, Dico, dan MGBK Hadirkan Workshop Pemanfaatan AI untuk Guru BK
Kepala Sekolah SDN 1 Cigalontang Tasikmalaya, Jaka Sumpena, turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ini.
“Dengan chatbot AI, siswa dan guru dapat mengakses informasi pustaka kapan saja tanpa bergantung pada pustakawan. Ini mendukung transformasi digital pendidikan dasar di sekolah kami,” tutur Jaka.
Ke depan, penelitian ini diharapkan menjadi model penerapan transformasi digital perpustakaan sekolah dasar di Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan literasi informasi dan pembelajaran berbasis teknologi.(Tiara Sari)