Dari Bengkel ke Backend, Jalan Lurus Anak SMK Menuju Dunia Digital

0 134

BSINews, Solo – Lulus SMK itu kadang rasanya kayak berdiri di perempatan jalan pas lampu merah mati. Bingung, mau ke mana, harus ambil langkah apa, dan paling sering ditanyain: “Kamu mau langsung kerja atau lanjut kuliah?” Seringnya, sih, jawabannya: “Kalau bisa dua-duanya.” Tapi nyatanya, dunia nggak semudah itu, Ferguso.

Tapi di tengah kebimbangan itu, ada satu pilihan yang lumayan realistis—dan bukan cuma angan-angan, yaitu Program Studi Sistem Informasi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo. Buat anak SMK yang udah punya dasar-dasar teknis, ini ibarat upgrade skill tapi tanpa harus “bongkar mesin” dari nol.

Baca juga: Tantangan dan Peluang Pendidikan Tinggi di Era Digital, UBSI Kampus Pontianak Siap Jawab Kebutuhan Pasar

Di kampus ini, mahasiswa diajari bukan cuma cara ngoding atau desain sistem, tapi juga dibekali pemahaman soal manajemen data dan komunikasi bisnis digital. Jadi, bukan cuma jago bikin aplikasi, tapi juga ngerti cara menjualnya. Ini penting, soalnya di era digital sekarang, banyak yang jago teknis tapi kaku pas presentasi. Atau sebaliknya, jago ngomong tapi bingung cara bikin landing page.

Menurut Ahmad Fauzi, Koordinator Marketing and Communication (Marcomm) UBSI Kampus Solo, pendekatan yang digunakan memang aplikatif. Artinya, mahasiswa nggak cuma dijejali teori tebal kayak buku telepon zaman dulu, tapi langsung diajak praktik. Harapannya, sebelum skripsi ditulis, portofolio kerja sudah mulai dibangun. Udah ada mahasiswa yang belum lulus tapi udah nyambi kerja remote, lho. Keren? Banget.

Dan yang paling menarik, semua ini bisa kamu dapatkan tanpa harus jual motor warisan. Biaya kuliahnya? Rp430 ribu per bulan. Bahkan lebih murah dari cicilan smartphone flagship. Nggak ada biaya uang gedung, dan cuma bayar Rp500 ribu di awal buat biaya pra-kuliah. Fasilitasnya pun bukan kaleng-kaleng. Laboratorium komputer, ruang kelas ber-AC, Wi-Fi gratis, ruang bimbingan, mushola, aula serbaguna, sampai parkiran teduh buat si Vario kesayangan.

Lokasinya juga strategis, nggak bikin mahasiswa yang dari luar kota harus buka Google Maps tiap lima menit. Dekat dengan stasiun dan terminal, jadi mau naik kereta atau bus, semua bisa. Bahkan kalau kamu anak perantauan yang baru pertama kali ke Solo, bisa langsung nyasar ke kampus tanpa drama nyasar ke tempat fotokopian.

Dan jangan lupa, UBSI  Sebagai Kampus Digital Kreatif bukan sekadar kampus digital kreatif—mereka juga serius ngebantu mahasiswanya berkarir. Ada BSI Career Center (BCC) dan BSI Entrepreneur Center (BEC) yang rutin ngadain pelatihan, seminar, sampai pendampingan wirausaha. Artinya, kamu bukan cuma disiapkan buat jadi karyawan, tapi juga bisa jadi bos. Mau buka jasa pembuatan website? Bisa. Mau jualan aplikasi kasir untuk warung kelontong? Bisa juga.

Faktanya, sudah banyak alumni SMK dari UBSI Kampus Solo yang sukses di perusahaan teknologi, instansi pemerintahan, bahkan bikin usaha sendiri. Dan semua itu berawal dari satu langkah kecil: masuk ke jurusan yang tepat.

Baca juga: Revolusi Dunia Kerja Digital 2025: 8 Pekerjaan Generasi Z dan Milenial Memanfaatkan Gen AI Secara Strategis dan Etis

Jadi buat kamu, anak SMK yang sekarang lagi mikir keras, jangan ragu melirik ke arah UBSI Kampus Solo. Karena kuliah itu bukan soal keren-kerenan almamater. Tapi soal bagaimana kamu nyiapin masa depan dengan bekal yang relevan.

Lagi pula, dari bengkel ke backend itu bukan jarak yang jauh—asal kamu mau belajar, dan tahu di mana harus mulai. Kalau kamu pengen tahu lebih lanjut tentang UBSI Kampus Solo dan Program Studi Sistem Informasi, tinggal klik di sini.(Yakobus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.