Dari Skripsi Menjadi Solusi, Mahasiswa UBSI Digitalisasi Pengadaan di PT Tunggul Usaha Abadi
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Feri Ramdhani, Eko Budi Suwarto, dan Kevin Fernando berhasil mengembangkan Sistem Pengadaan Umum Berbasis Web menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai implementasi penelitian skripsi di PT Tunggul Usaha Abadi. Sistem tersebut diserahkan kepada pihak perusahaan pada Selasa (30/6) sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital di dunia industri.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor. Pengembangan sistem ini turut melibatkan perwakilan perusahaan, yakni Frans Mangara Tua dan Siti Rahmawati, yang memberikan masukan selama proses perancangan hingga implementasi aplikasi.
Sistem informasi berbasis web mendukung pengelolaan pengadaan barang dan penilaian supplier secara efektif berbasis data.
Sebelum sistem dikembangkan, proses pengadaan barang di PT Tunggul Usaha Abadi masih dilakukan secara manual. Pengelolaan permintaan barang, pembelian, penerimaan barang, hingga evaluasi supplier memerlukan waktu lebih lama sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan kurang optimal dalam penyusunan laporan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim mahasiswa merancang sistem berbasis web yang mengintegrasikan pengelolaan data supplier, produk, permintaan pengadaan, pembelian, penerimaan barang, pembayaran, hingga penyusunan laporan. Sistem ini juga menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu perusahaan melakukan penilaian supplier berdasarkan lima kriteria, yaitu harga, kualitas barang, ketepatan waktu pengiriman, pelayanan, dan konsistensi supplier.
Baca juga: Langkah Awal Menuju Dunia Kerja, UBSI Kampus Tegal Bekali Mahasiswa Lewat Sosialisasi PKL
Menurut Feri Ramdhani, penerapan metode SAW dalam sistem yang dikembangkan mampu membantu perusahaan memperoleh hasil penilaian supplier yang lebih terukur sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih efektif.
“Kami berharap sistem ini dapat membantu perusahaan memperoleh proses pengadaan yang lebih efektif dan objektif. Metode SAW memberikan dasar penilaian yang terukur sehingga perusahaan lebih mudah menentukan supplier terbaik sesuai kebutuhan,” ujar Feri Ramdhani dalam keterangan rilis, Selasa (30/6).
Selain mendukung proses pengambilan keputusan, aplikasi juga dilengkapi dashboard monitoring, fitur ekspor laporan ke format PDF dan Excel, serta pengelolaan data yang terintegrasi sehingga mampu meningkatkan efisiensi administrasi perusahaan.
Sementara itu, Frans Mangara Tua selaku perwakilan PT Tunggul Usaha Abadi menilai sistem yang dikembangkan mahasiswa UBSI mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, khususnya dalam pengelolaan proses pengadaan barang.
“Kami mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa UBSI. Sistem ini diharapkan dapat membantu proses pengadaan menjadi lebih cepat, rapi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam memilih supplier,” ungkap Frans Mangara.
Melalui implementasi penelitian ini, mahasiswa UBSI tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menghadirkan solusi digital yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh dunia industri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan diharapkan terus menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan efektivitas proses bisnis sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.(Niken)